52 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Citarum

Sungai Citarum
PRIHATIN: Sejumlah jurnalis di Karawang turut prihatin akan kondisi Sungai Citarum menghitam yang diduga akibat pembuangan limbah pabrik. AEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

Endapan Limbah Kertas Sebabkan Air Menghitam

KARAWANG-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang menyebut, proses biologi limbah kertas secara alami bisa menyebabkan air sungai berwarna hitam, kendati sudah melakukan pengolahan limbah secara benar.

“Walau pada outfall sudah sesuai baku mutu. Tetapi memang saat terjadi proses biologi di alam dalam waktu beberapa lama, maka limbah itu akan berubah menjadi hitam,” ungkap PPLH DLHK Karawang Azis Kemal Fauzie saat mendampingi Kepala DLHK Karawang, Wawan Setiawan, Selasa (11/8).

Kendati sudah berubah warna, Azis menyebutkan kandungan baku mutu tersebut masih aman tergantung dari jumlah debit sungai. “Tergantung dari jumlah debit sungai untuk pengenceran limbah perusahaan. Kalau misalnya debitnya rendah bisa saja baku mutunya melampaui meskipun saat dikeluarkan baku mutunya sudah menenuhi,” katanya.

Baca Juga: Jadi Tempat Pembuangan Limbah, Sungai Citarum Menghitam

Namun Azis tidak dapat menyimpulkan jika warna Sungai Citarum hitam di Karawang akibat endapan limbah kertas yang telah mengalami proses biologi di Sungai Citarum.

“Kalau itu saya tidak bisa menyimpulkan, karena memang banyak endapan limbah di Citarum termasuk limbah perusahaan atau juga limbah rumah tangga,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas LHK Karawang Wawan Setiawan mengatakan saat ini daya dukung Sungai Citarum sudah tidak memungkinkan untuk menerima limbah karena debit yang rendah saat kemarau.

Wawan mengakui ada sejumlah perusahaan yang memerlukan banyak air proses pengenceran di sungai yakni perusahaan produksi kertas dan tekstil.

“Yang membuang langsung ke Citarum itu ada sebanyak 32 perusahaan. Sementara yang melalui anak sungai dan, bermuara ke Citarum sebanyak 53,” ucapnya.

Ia menyimpulkan warna Sungai Citarum hitam beberapa waktu lalu akibat debit air Citarum yang nol karena penggalian di Bendung Walahar.

“Air yang masuk ke Citarum limbah debit kecil, lalu endapan limbah yang sudah bertahun-tahun naik ke permukaan karena adanya panas matahari,” terangnya.(aef/vry)