Adu Strategi Suksesi Pilkada Dimulai, Tiga Pasangan Calon Resmi Mendaftar

KARAWANG-Tiga pasangan bakal calon bupati/wakil bupati resmi sudah mendaftar di KPU. Pasangan Cellica Nurrachadian-Aep Syaefulloh menyerahkan berkas pendafataran pada Jumat (4/9) sekitar pukul 10.00 WIB dengan disaksikan ribuan pendukungnya. Dengan menggunakan Auto Cycle Vanderhall Venice model three-wheeler, pasangan ini resmi mengikuti Pilkada Karawang Tahun 2020 dengan diusung Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Diklaim, elektabilitas bakal calon bupati dan wakil bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Aep Syaepuloh meroket di survey terbaru.

Dalam survey Indikator Politik Indonesia dua pekan lalu, Cellica-Aep mengungguli pasangan Yesi-Adly dan Jimmy-Yusni. “Hasil survey Indikator Politik, pasangan Cellica-Aep mencapai 70 persen. Unggul telak dibanding pesaingnya. Bahkan dalam survey perseorangan, Cellica mencapai 97,5 persen,” kata Dian Fahrud Jaman dari tim pemenangan Cellica-Aep.

Ketua DPC NasDem Kabupaten Karawang itu menuturkan, meski unggul dalam survey, Cellica-Aep belum bisa tenang. Sebab, kandidat lainnya diprediksi punya kemampuan melawan. “Unggul dalam hasil survey tak membuat kami santai apalagi jumawa. Karena pasangan lain juga punya potensi melawan. Sebab didukung partai-partai besar yang unggul dalam pemilu sebelumnya,” kata Dian.

Ia mencontohkan pasangan Ahmad Zamakhsyari dan Yusni Rinzani. Pasangan itu diusung oleh Partai Gerindra, PKB dan Hanura. “Kita tahu saat pilpres, perolehan suara Gerindra paling banyak di Karawang. Bahkan saat itu Prabowo unggul dari Jokowi di Karawang,” ujar Dian.

“Bahkan dalam hasil pemilihan legislatif tahun lalu, Gerindra mendapat 8 kursi. Salah satu yang terbanyak di Karawang,” Dian menambahkan.

Pesaing lainnya, Yusni Karya Lianti dan Ahmad Adly Fairuz juga punya potensi melawan. Sebab, ujar Dian Yusni-Adly diusung PDIP, PBB, PPP dan PAN. “Kita lihat PDIP, partai besar dan punya pendukung fanatik di Karawang. Tak bisa dianggap enteng,” kata Dian.

Melihat peta politik tersebut, Dian menilai Pilkada Karawang bakal tetap berlangsung seru. “Kami yakin, Pilkada Karawang bakal berlangsung atraktif dan dinamis. Sebab, para kandidat punya potensi tersembunyi,” ujarnya.

Alhasil, kata Dian, Cellica-Aep bakal melakukan sejumlah strategi. Yaitu dengan aksi nyata ke masyarakat. “Kita akan memperbanyak aksi nyata membantu masyarakat. Sebab di tengah Pandemi Corona, masyarakat butuh aksi nyata bukan cuma janji,” kata Dian.

Di hari yang sama, pasangan lainnya Yesi Karya Lianti dan Ahmad Adly Fairuz datang ke KPU pukul 14.00 WIB. Yesi-Adly diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB). Selain diantar partai pengusung dan simpatisan, pasangan dokter-artis ini juga didampingi Ustad Maulana saat mendaftar ke KPU Karawang.

Pasangan dokter-artis ini mengakui sangat fokus menyusun strategi untuk menang di Pilkada Karawang.

Ketua Tim Pemenangan Yesi-Adly Fairuz, Taufik Ismail enggan menyebut target berapa persen suara yang bakal diraih Yesi-Adly.

“Saya gak memikirkan itu. Saya hanya memikirkan mereka berdua menang,” ucap Pipik, sapaan akrab Taufik Ismail usai mengantarkan Yesi-Adly Fairuz mendaftar ke KPU Karawang.

Pipik yakin Yesi dan Adly Fairuz mampu membawa perubahan bagi Karawang. Di antaranya di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Apalagi Adly sendiri selain sebagai publik figur juga telah merambah dunia usaha.

“Mereka masih muda. Insya Allah ide-idenya out of the box,” tambah Pipik.
Hal itu diamini Adly Fairuz. Bintang sinetron Cinta Fitri itu mengaku sudah merambah dunia bisnis maupun UMKM. Sehingga, kata dia, tinggal menerapkan di Karawang.
“Bukan strategi ya, sebenarnya udah eksekusi,” kata dia.

Terakhir, yang menyerahkan berkas pendaftaran adalah pasangan Ahmad Zamakhsyari-Yusni Rinzani resmi mendaftar ke KPU Karawang pada hari tekahir pendaftaran yang ditetapkan penyelanggara Pilkada, Minggu (6/9).

Ahmad Zamakhsyari yang akrab disapa Jimmy ini datang ke KPU Karawang pukul 08.00 WIB dengan mengendarai mobil Kijang super tahun 1992 warna biru.
Jimmy enggan menyebut angka target perolehan suara di Pilkada 2020. “Yang penting menang,” ujar Jimmy usai mendaftar.

Jimmy mengaku tak membawa banyak pendukung lantaran mengikuti aturan pemerintah soal protokol kesehatan Covid-19. “Saya perintahkan jangan datang ke sini, Alhamdulillah mereka ikut,” ujarnya.

Menurut Jimmy, setiap bakal calon mempunyai cara sendiri untuk mengendalikan pendukungnya. Salah satunya menginstruksikan relawannya untuk bersih-bersih di setiap pasar tradisional. “Kalian (relawan) sudah mengikuti komando kami. Itu tandanya kami calon pemimpin yang bisa ngatur terhadap pendukungnya,” kata dia.

Sementara itu, Yusni Rinzani mengaku bersyukur dapat mendaftar ke KPU Karawang sebagai peserta pilkada 2020 dengan aman dan lancar. “Saya mohon doa semuanya, saya dan bupati saya (Jimmy) bisa diridhoi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karawang,” ujar Yusni.

Jimmy-Yusni diusung tiga partai, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia (Gerindra), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Koalisi ini mempunyai 16 kursi di DPRD Karawang.

Cellica Nurrachadian-Aep Syaefulloh
Partai Pengusung
Partai Demokrat, Partai NasDem, Partai Golkar, PKS

Yesi Karya Lianti dan Ahmad Adly Fairuz
Partai Pengusung
PDI Perjuangan, PAN, PPP dan PBB

Ahmad Zamakhsyari-Yusni Rinzani
Partai Pengusung
PKB, Partai Gerindra, dan Partai Hanura. (aef/vry)