Anggota Pemuda Pancasila Diminta Tidak Lakukan Politik Praktis di Pemilu 2019

MILAD: Perayaan hari jadi (HUT) Pemuda Pancasila ke-59 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Senin (29/10). USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Karawang, Rakhmat Gunadi mengingatkan semua anggotanya untuk tidak melakukan politik praktis pada Pemilu 2019.

“Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota Pemuda Pancasila untuk meningkatkan solidaritas. Selain itu, saya mengajak anggota untuk tidak berpolitik praktis menjelang tahun politik 2019,” ujar Gunadi pada perayaan Milad ke-59 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Senin (29/10).

Kata Gunadi, dengan kekuatan sebagai organisasi besar harus bisa tetap dijaga. “Tapi kalau ada kader PP yang maju mencalonkan menjadi anggota legislatif baik kabupaten, privinsi, atau pusat, wajib kita dukung,” katanya.

Ia menambahkan, pada 28 Oktober Pemuda Pancasila lahir. Khususnya di Karawang, saat ini Pemuda Pancasila harus banyak melakukan evaluasi kepengurusan. Karena menurutnya, banyak pengurus Pemuda Pancasila yang hanya tinggal nama tanpa adanya peran serta untuk membesarkan Pemuda Pancasila itu sendiri.

“Ada pentingnya kita memulai konsolidasi, baik di jajaran pengurus MPC atau PAC. Banyak pengurus MPC yang hanya tinggal nama dan tidak pernah hadir lagi. Ini perlu dievaluasi lagi, jangan sampai mereka hanya numpang nama untuk kepentingan pribadi,” tutur Gunadi, dalam pidatonya.

Dijelaskan Gunadi, di beberapa negara lain Pemuda Pancasila mulai tumbuh. Baik di Singapoer, Malaysia bahkan Amerika sekalipun. Namun mengapa Pemuda Pancasila di daerah sendiri mulai banyak anggota maupun pengurus yang sudah tidak peduli. Sehingga ditegaskan Gunadi, persoalan ini harus dievaluasi di Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang akan digelar pada 11 November 2018.

“Segera lakukan RPP, kalau tidak siap silahkan mundur saja. Jangan sampai mementingkan kepentingan pribadi, tapi lupa dengan organisasi. Pikirkan harus apa yang kalian lakukan untuk organisasi. Kalian boleh tumbuh dan berkembang di organisasi, tapi tolong pikirkan untuk organisasi,” tegas Gunadi. (use/din)