Banjir Terus Tiap Tahun, Warga: Pemkab Tidak Serius Tangani Banjir

KARAWANG-Warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat menilai Pemkab Karawang, tak serius menangani banjir di desa tersebut.

Pasalnya, setiap tahun terjadi banjir tapi baik pemda maupun pemprov Jawa Barat belum pernah menganggarkan untuk solusi banjir dan hanya memberikan bantuan logistik saja pada saat terjadi bencana alam tahunan itu.

Bahkan ketika warga ingin menyuarakan aspirasinya pada Wakil Presiden RI, H Ma’ruf Amin ketika berkunjung ke Karangligar tidak diberikan kesempatan untuk bicara kepada orang nomor dua di Indonesia itu.

“Harusnya Pemkab Karawang, memberikan rekomendasi kami sebagai warga agar bisa bicara langsung pada Wapres terkait permasalahan dan solusi banjir di Karangligar,” ujar Salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Karangligar, Asep Saepuloh, Minggu (14/2).

Sebab, menurut Asep, banjir di Desa Karangligar itu baru terjadi 12 tahun kebelakang. Padahal dulunya tak pernah ada air menggenang, tapi sekarang ketika terjadi hujan besar dipastikan yang pertama kali banjir di Desa Karangligar. “Sebab adanya pertemuan Sungai Cibeet dan sungai Citarum yang mengakibatkan banjir,” katanya.

Dikatakan, saat bencana sudah seperti ini, tidak cukup selesai sesaat dengan deretan angka data korban terdampak dan berlomba-lomba menguji jiwa sosial kemanusiaan atau sekadar pasrah mengelus dada. “Sebenarnya ada yang jauh lebih penting. Yakni, solusi konkret agar alam tak lagi terus menerus murka,” katanya.

Menurutnya, pihaknya meminta solusi yang ditawarkannya, secara komprehensif, terintegrasi, para pemilik kebijakan mulai dari pemerintah daerah hingga pusat secara masif me-recovery dan mengembalikan alam sesuai fitrahnya. “Penanganan banjir di Karawang sendiri, di hilir alamnya ada empat kanal prioritas. Yaitu, normalisasi Sungai Cibeet, Sungai Citarum,” katanya.

Selain itu, sambung dia, pembuatan Embung, normalisasai Siphon, pembangunan beberapa pintu air, serta membuat sodetan di bagian hulu setiap Kanal. Gerakan di hilir alam ini, bisa efektif mencegah over debit air yang meluber menjadi bencana banjir. “Tapi sampai saat ini para pejabat hanya datang saat ada banjir, tapi tak memberikan solusi untuk mengatasi banjir,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyerahkan paket bantuan untuk korban banjir Karawang, di Kantor Desa Karangligar, Jalan Pertamina 2, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (13/2)

Di lokasi di Kecamatan Teluk Jambe Barat tersebut, Wapres secara simbolis menyerahkan bantuan dari Presiden, dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah pusat kepada korban bencana banjir yang melanda Kabupaten Karawang dan sekitarnya.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dari Presiden. Kemudian 600 paket makanan siap saji, 300 paket makanan anak, 300 lembar selimut, 300 lembar matras, 200 lembar kasur, 50 paket perlengkapan anak, dengan total senilai Rp252.764.600.

Selain itu juga ada bantuan masker 300.000 buah, alat tes cepat antigen 10.000 unit, sarung 5.000 buah, matras 1.000 buah.

Dalam sambutannya Wapres menyampaikan Presiden dan dirinya prihatin atas musibah banjir yang terjadi di Karawang. Wapres kembali menekankan bahwa upaya penanganan harus dilakukan bersama-sama.

“Di Jepang walau daerah bencana, tapi mereka siap, cepat sekali untuk mengantisipasi dan tanggap bencana yang mereka lakukan. Dan kita juga telah berkomitmen secara global yang disepakati PBB untuk menangani pascabencana ini, yaitu dengan cara lebih aman dan lebih berkelanjutan,” katanya.

Wapres meminta Kementerian PUPR dan kementerian terkait lainnya mencermati harapan Bupati Karawang, terkait pembangunan bendungan dan normalisasi sungai.

Wapres menegaskan pemerintah pusat akan terus memantau sumber-sumber terjadinya bencana di berbagai daerah di Tanah Air. (use/ded)