Caleg Tantang Bawaslu Sumpah Pocong

BUKTI: Caleg DPR RI dari Gerindra Nace Permana menujukan hasil perolehan suara. Ia menangtang Bawaslu untuki menuntaskan dugaan politik uang. AEF SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Ditengarai, tak sedikit caleg menghalalkan segala cara untuk meraup suara. Di Karawang, beredar foto gambar wajah sejumlah caleg tertempel dalam amplop berisi lembaran uang kertas. Diduga kuat, gambar itu adalah duit “serangan fajar” yang dibagikan ke masyarakat.

“Saya yakin serangan fajar bukanlah rahasia umum, hampir semua caleg di Karawang melakukannya. Kita bicara jujur saja lah, mereka (caleg) bagi – bagi duit tidak?” kata Nace Permana, seorang caleg dari Gerindra.

Nace pun menantang para caleg di Karawang untuk melakukan sumpah pocong. Jika caleg-caleg itu berbohong, kata Nace, mereka akan menghadapi kematian sebagai konsekuensi sumpah pocong. “Saya tantang semua caleg – caleg di berbagai tingkatan untuk melakukan sumpah pocong. Mereka pakai uang cendol atau tidak? kalau berbohong, kematian menanti,” kata dia.

Nace mengungkapkan hal itu, lantaran mendapat laporan jika praktik politik uang marak terjadi di Karawang. Bahkan, ia mendapat foto dari masyarakat yang diduga sebagai barang bukti praktik duit serangan fajar para caleg Karawang. “Sulit untuk percaya tidak ada serangan fajar jika melihat gambar – gambar ini,” kata dia.
Meski begitu, Nace mengaku tidak bagi-bagi duit di pemilu kali ini. Alasannya, karena dia ingin mendidik masyarakat untuk berpolitik sengan sehat dan menciptakan iklim demokrasi yang ideal.

“Kalau saya pantang bagi-bagi duit demi suara, karena saya ingin mendidik masyarakat untuk menciptakan iklim demokrasi dan politik yang sehat. Lagian duit dari mana? saya nggak ada uang,” kata caleg Gerindra untuk DPR RI ini.

Selain menantang para caleg, Nace juga menantang Bawaslu Karawang untuk sumpah pocong. Sebab kata Nace, tak satupun dugaan politik uang yang ditindak. “Di mana posisi Bawaslu hari ini? kok diam saja,” kata Nace.
Ia berharap Bawaslu menjalankan fungsinya secara maksimal. “Kenapa tidak tergerak melihat gambar-gambar ini. Segera proses dong. Bawaslu kan sudah lengkap,” kata dia.

BACA JUGA:  Satpol PP Siap Tertibkan APK Langgar Aturan

Sementara itu, Ketua Bawaslu Karawang Kursin Kurniawan menuturkan menerima laporan ihwal amplop bergambar caleg berisi uang. “Memang ada beberapa masyarakat yang mengirim gambar amplop ada uangnya melalui whatsapp. Tapi pelapor tidak bisa datang ke kantor,” kata Kursin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

“Padahal syarat formil dalam laporan soal pelanggaran pemilu, pelapor harus menunjukkan KTP dan barang bukti. Jadi laporan itu kami anggap hanya info awal saja,” kata dia.
Selain itu, kata Kursin pihaknya juga menerima telepon gelap dari beberapa orang pria. Si penelepon mengaku melihat caleg bagi – bagi duit di sejumlah titik di Karawang. “Tapi tidak bisa kami konfirmasi ke caleg – caleg yang dia laporkan karena kami mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Kursin.
Meski begitu, Panwaslu Karawang melacak informasi tersebut dan melakukan operasi tertutup di daerah yang dilaporkan penelepon gelap itu. “Kami tindaklanjuti dengan patroli selama tiga hari, namun tak menemukan apapun,” kata Roni Rubiat Machri, Divisi penindakan Bawaslu Karawang.(aef/ded)