Deklarasi Kemenangan Capres dan Cawapres Sepi Peserta

SEPI: Deklarasi kemenangan capres dan cawapres Prabowo-Sandi di Lapangan bola Moksen Karawang sepi peserta, kemarin (4/5). USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Deklarasi kemenangan capres dan cawapres Prabowo-Sandi di Lapangan bola Moksen Karawang, sepi peserta dan hanya dihadiri puluhan Relawan Prabowo Sandi (RPS), Sabtu (4/5).

Ketua Tim RPS Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Elyasa Budianto mengatakan, pihaknya yakin Prabowo-Sandi unggul 63 persen di Karawang, Hal itu berdasarkan hitungan internal tim partai koaliso Prabowo -Sandi. Dari 30 kecamatan di Kabupaten Karawang mengklaim unggul di 19 kecamatan, sisanya 11 kecamatan dimenangkan 01.

“Prabowo -Sandi sudah menang dan tetap meyakini bahwa, paslon nomor urut 02 unggul dibanding Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin,” ujar Elyasa, dalam orasi politik dihadapan puluhan masa yang hadir.

Sebaliknya, Elyasa menuding perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terjadi banyak kesalahan, dengan sistem pemilu serentak yang banyak memakan korban anggota KPPS meninggal dunia, dan kemenangan Jokowi harus didiskuakifikasi.

“Baru kali ini pemilu memakan korban meninggal dunia terbanyak, dan ini kesalahan KPU dan Rezim Jokowi harus bertanggungjawab,” tandasnya.

Menurut Elyasa, pihaknya sangat meyakini dengan data dan fakta, Bapak Prabowo saat ini perolehan suara masih tertinggi terutama di Jawa Barat dari beberapa wilayah kabupaten /kota yang ada suara Prabowo -Sandi unggul.

Dia juga menyakini sedikitnya massa relawan Prabowo-Sandi adanya unsur birokrasi yang mencoba untun menggalkan acara deklarasi kemenangan Prabowo-Sandi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI.

“Seharusnya masa deklarasi bisa mencapai ribuan yang datang dari berbagai pelosok Karawang, namun adanya campur tangan birokrasi, masa yang hadir tidak sesuai harapan, ” pungkasnya. (use/ded)