Emak-Emak Pepes Mengaku Tak Kapok Bermedsos

SIDANG: Tiga emak-emak dari Partai Emak Emak Pendukung Prabowo Sandi (Pepes) Karawang ketika menjalani sidang beberapa waktu lalu. AEF SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Tiga emak-emak dari Partai Emak Emak Pendukung Prabowo Sandi (Pepes) Karawang mengaku akan lebih berhati-hati dalam bermedia sosial pasca kasus ujaran kebencian kepada Jokowi mencuat.

“Pasti akan lebih berhati-hati,” ujar Citra Widaningsih ditemui di Lapas Kelas II A Karawang, Rabu (14/8).

Citra mengaku tidak akan tutup akun setelah kasus itu mencuat dan ia harus berurusan dengan hukum. Meski begitu ia akan menyaring apa yang akan dia unggah di media sosial miliknya.
Citra menyebut dirinya tak kapok bermedia social, lantaran medsos tak melulu menimbulkan hal negatif. Melainkan juga banyak manfaat yang bisa dipetik, misalnya menjalin silaturahmi maupun sebagai media promosi di era yang serba internet ini.

BACA JUGA:  Suwarna Bantah Pernyataan Dadang, Sidang Pledoi Kasus NISN

“Gak semuanya negatif. Hanya itu tadi, lebih hati-hati,” katanya.
Dia mengungkapkan, saat video “Jika Jokowi Terpilih tak Lagi Ada Azan” mencuat, ia baru sekitar dua bulan membuka akun twitter. Ia pun mengaku belum terlalu paham perihal twitter. Ia pun tak menyangka apa yang ia unggah berujung pada kasus hukum.
“Saat itu baru, lagi semangat-semangatnya,” katanya.

Ketiga emak-emak itu bakal menghirup udara bebas pada 24 Agustus 2019. Sejumlah harapan pun mereka sampaikan, termasuk rencana memulai hidup baru dengan lebih baik.
“Tentu saja kami ingin memulai hidup baru dengan lebih baik. Menata hal-hal yang sebelumnya berantakan. Ibarat kotak yang terberai karena (kasus) ini, kemudian harus kita susun kembali,” kata Citra.

BACA JUGA:  BUMN Fasilitasi 60 UMKM Berdagang di Rest Area KM 50 Tol Japek

Keinginan untuk memulai hidup baru pun disampaikan Ika Peranika dan Engkay Sugianti.
“Saya akan fokus dengan anak. Anak saya masih kecil-kecil. Yang saya pikirkan anak,” ungkap Ika.