Gaji Guru Honorer Naik, Berlaku Efektif per 1 Januari 2019

HARI GURU: Sejumlah guru usai mengikuti upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-73 di plaza Pemkab Karawang, Senin (26/11). USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Kabar baik bagi para guru honorer di Kabupaten Karawang. Pemkab Karawang berjanji bakal menaikan gaji guru honorer sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
Hal itu diungkapkan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana saat peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-73 di plaza Pemkab Karawang, Senin (26/11).

Menurut Cellica, kenaikan gaji guru honorer berlaku efektif per 1 Januari 2019. Dengan kenaikan gaji tersebut, maka penghasilan guru honorer di Kabupaten Karawang mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per bulan.

“Hal ini sudah saya bahas dengan pak Teddy Rusfendi Sutisna (sekda) selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kenaikan tunjangan guru honorer di angka itu sudah disepakati,” ujar Cellica.

Menurut Cellica, nominal kenaikan honor telah disesuaikan dengan kemampuan kas daerah. Artinya, jika pendapatan pemkab bertambah, tidak tertutup kemungkinan, angka kenaikannya bisa ditingkatkan lagi.

“Guru honorer yang selama ini menerima honor Rp700 ribu, pendapatan barunya menjadi Rp 1 juta. Sementara guru honorer yang tadinya menerima Rp400 ribu bakal menjadi Rp700 ribu,” katanya.

Menurut Cellica, angka tersebut memang masih jauh dari memadai. Namun kemampuan kas daerah baru bisa menaikan pada nominal tersebut.

Di tempat yang sama Ketua TAPD yang juga Sekretaris Daerah, Teddy Rusfendi Sutisna menyebutkan, alokasi anggaran untuk penambahan tunjangan guru honorer telah masuk dalam numenklatur PMMS (Peningkatan Mutu Manajemen Sekolah) di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

Selain untuk guru, lanjut Teddy, penambahan tunjangan honor juga diberikan kepada honorer di bidang kesehatan.
“Kendati pembahasan RAPBD 2019 belum rampung, usulan kenaikan honor ini telah mendapatkan respon positif dari Badan Anggaran DPRD,” ujar Teddy.

Dijelaskan juga, saat ini jumlah tenaga guru honorer kategori II (K-2) yang belum terangkat menjadi PNS masih tersisa 1.474 orang. Sementara jumlah guru honorer nonkategori tercatat ada 5.000 orang.

Di lokasi terpisah, sejumlah guru honorer menyambut baik rencana tersebut. Namun demikian, mereka berharap kenikan honor di atas Rp1 juta.

“Idealnya sih honor kami disamakan dengan UMK Karawang. Atau paling tidak naiknya berada pada angka satu hingga dua juta rupiah,” kata seorang guru honorer di salah satu SMP Negeri di wilayah Kecamatan Telagasari, Enyoy Sumiati. (use/din)