Guru Ngaji Pertanyakan Honor Daerah

KARAWANG-Sejumlah guru ngaji dan amil mengeluhkan belum turunnya honor daerah (Honda) dari Pemkab Karawang, yang setiap tahun dibagikan saat Bulan Ramadan. Pasalnya, ditengah pandemi Covid-19 ini honor bagi guru ngaji itu sangat diharapkan.
“Iya, biasanya sebelum Ramadan jadwal setiap Kecamatan sudah ada untuk distribusinya. Tapi, sampai 10 Ramadan, jangankan teknis, jadwal saja belum ada. Jelas banyak pertanyaan, mereka (guru ngaji, DTA, Amil dan merbot sudah di data sesuai kuota, sekarang masih menagih terus kapan distribusinya, ” ujar salah seorang tokoh agama di Karawang yang meminta dirahasiakan namanya ini.

Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Kulon, Dede Suhanto mengatakan, pihaknya mengaku belum menerima jadwal kapan distribusi insentif para guru ngaji, Amil dan merbot.
Biasanya, 5 Ramadan itu jadwal sudah ada di setiap kecamatan. Tapi sekarang di tengah pandemi, jadwal belum menerima arahan. Kemudian teknis distribusinya agar tidak berkumpul bagaimana, juga belum tahu tindaklanjutnya.

“Belum sih, memang biasanya sudah terjadwal. Maklum saja, sekarang musim pandemi Covid-19. Jadi masih mencari skema distribusinya bagaimana, mungkin,” katanya.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Karawang, Matin Abdul Razak mengatakan, pihaknya memang masih menunggu arahan, soal jadwal dan distribusi insentif honor daerah bagi guru ngaji, amil, merbot dan guru DTA yang jumlah totalnya sekitar 16.619 orang.
“Soal skema distribusi, mungkin sudah dibahas di Sub Bagian Keagamaan. Tapi soal jadwal, kita masih menunggu arahan dan bahasan lebih lanjut,” singkatnya.(use/ded/vry)