Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit dengan Kereta Cepat

Kereta Cepat dapat Mengurai Kemacetan

KARAWANG-Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal melintasi Karawang. Dengan kereta cepat, jarak kedua kota itu diperkirakan tak sampai 15 menit. Masyarakat Karawang memberikan respon beragam, dari menyambut gembira hingga mempertanyakan harga tiket.

Putri Kartika Utami, salah satu warga Karawang yang bekerja di Jakarta, menyebut memangkas jarak Karawang-Jakarta dengan waktu tak sampai 15 menit sebagai hal yang menarik juga sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Soalnya, waktu tempuh lewat tol aja 1 jam lebih kalau lancar dan itu jarang terjadi. Minimal 1,5 sampai 2 jam lah, karena lalu lintas jalur tol ini padat,” ujar Putri, kemarin.

Putri berpendapat, adanya kereta cepat Jakarta-Bandung bisa mengurai masalah kepadatan penduduk di Ibu Kota Jakarta, dengan harapan urbanisasi dari Karawang ke Jakarta bisa berkurang.

“Karena mereka tetap bisa kerja di Jakarta tetapi tinggalnya di Karawang,” katanya.

Hanya saja, kata Putri, harus dilihat juga berapa tarif kereta cepat dari Karawang ke Jakarta, dan sebaliknya. Sebab, jika terlampau mahal, warga menengah ke bawah dipastikan keberatan juga. Ujung-ujungnya mereka tak memilih moda transportasi ini.

“Harapannya sih tarif tiketnya jangan mahal-mahal lah, biar terjangkau semua kalangan masyarakat,” harapnya.

Senada dengan Putri, Hisyam Luthfiana, warga Klari Karawang pun mengkhawatirkan tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal mahal. Jika mahal, alih-alih memilih menggunakan kereta cepat, masyarakat menengah ke bawah diprediksi tetap memilih moda transportasi lain, meskipun dengan resiko waktu tempuh yang lebih lama.

“Saya khawatir mahal. Kecuali kalau memang kereta cepat hanya untuk kalangan tertentu,” katanya.

Meski demikian, Hisyam menyebut Karawang-Jakarta dengan waktu kurang dari 15 menit, sebagai hal keren. Namun ia berharap ada akses nyaman dari wilayah kota Karawang ke stasiun kereta cepat.

BACA JUGA:  14 Pemdes Beli Ambulan Wulling, Sumber dari Dana Bagi Hasil Pajak

“Tak perlu stress di jalan. Tak perlu naik kereta subuh-subuh,” ujar Hisyam.

Alasan Hisyam cukup masuk akal, sebab selain menggunakan kendaraan bermotor baik via tol maupun jalan arteri, warga juga bisa menggunakan kereta diesel. Akan tetapi, bagi mereka yang bekerja di Jakarta atau ada perlu harus berangkat subuh hingga pukul 06.30. Belum lagi harus berdesakkan dengan pengguna lain.

Jika hendak menggunakan kereta listrik atau commuter line, warga Karawang harus menuju ke Stasiun Cikarang terlebih dulu.

Kepala Bappeda Karawang Eka Sanatha mengaku pernah mendadak harus mengikuti rapat di Jakarta. Sementara saat itu, tol Jakarta-Cikampek tengah macet. Sebab, selain sedang ada pengerjaan kontruksi tol, saat itu masih masuk musim mudik-balik lebaran.

Agar tak terlambat, Eka memilih menggunakan kereta jarak jauh yang kebetulan berhenti di Stasiun Karawang. Dengan kereta tersebut ia menempuh waktu satu jam ke Jakarta. “Hanya saja, harga tiketnya sama dengan tiket jarak jauh. Waktu itu sekitar Rp 200.000,” katanya.

Berangkat dari hal itu, Eka menyambut baik hadirnya Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Apalagi salah satu stasiunnya berada di Karawang.”Ini akan memudahkan masyarakat Karawang yang akan ke Jakarta,” katanya.(aef)