Jumlah Bidan di Karawang Belum Merata

DISKUSI: Sejumlah bidan menghadiri diskusi public di Karawang, Rabu (9/7) di Ball Room Dewi Air. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Forum Bidan dan Dokter (Forbidok) Karawang menilai jika jumlah bidan dan dokter di Karawang belum merata. Oleh sebab itu harus ada pemerataan tatankelola disteibusi tenaga kesehatan tersebut.

Ketua Forum Bidan dan Dokter (FORBIDOK) Kabupaten Karawang, Oma Sutisna mengatakan, adapun dengan issue pemerataan, penanganan penyakit amat inheren dengan issue kepegawaian di dalamnya.

“Sebabnya, pegawai tidak tetap di lingkungan pemda Karawang, semestinya tidaklah diberlakukan terhadap para tenaga kesehatannya,” ujar Oma dalam diskusi publik dengan tema peran bidan dan dokter PTT (pegawai tidak tetap) dalam peningkatan kesehatan di Karawang, Rabu (9/7) di Ball Room Dewi Air.

Menurutnya, bidan dan dokter merupakan unit pelayanan publik. Pemenuhan hak dasar seperti hak kepastian kerja, dan tunjangan kesejahteraan seyogyanya menjadi stategi pembangunan layanan dasar kesehatan yang menjadikan performa derajat kesehatan kabupaten Karawang dapat meningkat.

Hal ini masih jauh panggang dari api, kata Oma Di awal bulan Juli 2019 ini saja, ketika 4,7 jutaan PNS di Indonesia dapat menikmati gaji ke 13 termasuk kabupaten Karawang, namun kami masih harus alami diskriminasi seperti ini. Padahal aturan mainnya ada. Bidan dan dokter beroleh honor ke 13, itu termuat dalam Perbup No. 9 Tahun 2014.