Karang Taruna Cilamaya Wetan Gerudug PLTGU Jawa-1

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Ahamd Suroto mengaku, akan segera membuat surat teguran, kepada para sub kontraktor yang nakal. “Kita akan segera kirimkan surat teguran. Tunggu saja,” katanya

Ditempat terpisah, External Affairs Manager PT Jawa Satu Power, Tig Djulianto mengatakan, pada prinsipnya PT Jawa Satu Power telah berkomitmen untuk memaksimalkan potensi lokal dalam konstruksi PLTGU Jawa-1 di Desa Cilamaya. Termasuk di dalamnya adalah tenaga kerja lokal.

Apa lagi, kata dia, hal tersebut selaras juga dengan peraturan daerah setempat, yang tentu saja akan menjadi landasan yang lebih kuat bagi Jawa Satu Power dan Konsorsium Pelaksana Project untuk menerapkannya.

BACA JUGA:  Abas Terpaksa Tinggal di “Kandang Ayam”

“Harapan kami, proses ini akan semakin membaik ke depan. Dengan demikian, penyerapan tenaga kerja lokal akan semakin maksimal,” katanya.

Tig mengaku, ia sangat memahami apa yang menjadi perhatian Katar Ciwet dan FPIP2K. Oleh karenannya, usai kedatangan Katar Ciwet, PT Jawa Satu Power langsung memanggil seluruh konsorsium pelaksana projek.

“Alhamdulillah, kami telah berhasil mencapai titik temu dan kesepakatan untuk beberapa hal terkait rekruitmen tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Ia menghimbau, seluruh Konsorsium, Kontraktor Pelaksana Project, serta seluruh Sub-kontraktor, agar mematuhi aturan yang berlaku dan kesepakatan yang telah dibuat.

“PT. Jawa Satu Power telah menyiapkan sistem internal yang ketat. Apabila ada Kontraktor dan Sub-kontraktor yang tidak mematuhi hal tersebut, akan dikenakan sanksi,” tegasnya. (use/sep)

BACA JUGA:  Kejaksaan Tunggu Laporan Warga, Incar Proyek Pendestrian Rp15 Miliar