Kesal Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sentil Bupati Cellica

HINDARI LUBANG: Pengendara berusaha menghindari lubang kubangan air di salah satu jalan yang rusak parah di Karawang. AJI LEKSMANA/PASUNDAN EKSPRES

Artis Meninggal Direspon Cepat

KARAWANG-Jalan utama penghubung antara Rengasdengklok dan Karawang Kota, kondisinya sangat memprihatinkan. Kesal dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki, salah seorang pemuda Rengasdengklok mengunggah foto karangan bunga bela sungkawa Cellica Nurrachadiana atas meninggalnya pesinetron Ashraf Sinclair pada Rabu (19/02) lalu di media sosial dengan ditambahi tulisan:

“Hallo ibu, bupati yang terhormat ibu, cellica, respon nya cepet ya buat karangan bunga untuk artis yang meninggal, respon cepat juga dong bu buat perbaikan jln alteri TANJUNGPURA – RENGASDENGKLOK, dimana jalanya rusak dan sudah makan korban, apa perlu kami kirim karangan bunga buat ibu agar bisa merespon keluhan kami semua. Walau itu bukan bagian dari ibu, tolong sampaikan keluhan kami semua”.

Pengunggah yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan maksud dari unggahannya yang mengatakan hanya ingin mewakili keluhan warga dan pengguna jalan yang merasa tidak nyaman dengan kondisi jalan yang buruk.

“Saya cuma mewakili pengguna jalan lain yang merasakan kondisi jalan yang tidak baik dan banyak lubang, juga sudah memakan banyak korban”, jelasnya saat dihubungi wartawan Pasundan Ekspres (20/02).

Sangat berbahaya bagi pengendara motor

Pemuda Rengasdengklok lainnya, Yoko menuturkan, kondisi jalan yang berlubang, retak, dan bergelombang. Mulai dari jalan Tunggak Jati hingga terminal lama Rengasdengklok, diakuinya sangat berbahaya bagi pengendara terutama pengguna sepeda motor.

“Paling parah itu titiknya di SPBU Karang Jati Hilir sesudah PT. Super Litlebok, dan jalanan kayak gitu jelas bahaya, apalagi bagi pengguna motor,” tuturnya.

Yoko mengatakan, selain kondisi jalan yang rusak parah, tidak tersedianya lampu penerangan jalan umum (PJU) menjadi keluhan lain masyarakat setempat.

Kondisi jalan yang gelap selain menambah kemungkinan terjadinya kecelakaan, tapi juga dianggap menjadi lokasi yang nyaman bagi para pelaku tindak kejahatan.

“Selain rawan kecelakaan, jalan itu juga rawan kejahatan. Apalagi jika kondisi jalan sepi karena jauh dari pemukiman warga dipastikan rawan kejahatan seperti begal dan lain sebagainya,” tambahnya.

Yoko memberikan tanggapan lain mengenai kondisi jalan yang rusak. Menurutnya hal ini diakibatkan oleh kondisi tanah yang bertitik rendah serta komposisi bawah tanah yang bersifat lunak, selain itu juga diperparah dengan banyaknya kendaraan besar seperti truk yang berlalu lalang melintasi jalan ini.

“Kemungkinan tanahnya rendah dan lunak, apalagi banyak mobil besar lewat, akhirnya bikin tanah makin amblas dan jadilah retakan yang mengancam pengendara,” ucapnya.
Perbaikan hanya tambal sulam

Yoko mengatakan, sepanjang Jalan Pangkal Perjuangan penghubung Rengasdengklok dengan Karawang Kota memang menjadi titik perhatian warga.

Namun ia menambahkan, sebenarnya pemerintah daerah sudah melakukan perbaikan, akan tetapi hanya melakukan tambal sulam yang tidak sepenuhnya memberikan dampak baik.

“Pemerintah sudah turun tangan, tapi cuma ditambal saja yang akhirnya bikin jalan jadi banyak tonjolan, bukannya bikin pengendara selamat malah jadi sekarat,” ucapnya kesal.

Yoko juga mengungkapkan kebingungannya dengan mengatakan bahwa apabila dilakukan perbaikan total di sepanjang jalan rusak Rengasdengklok, maka akan menimbulkan kemacetan parah.

Hal itu mengingat ruas jalan yang sempit dan jumlah pengendara yang melintas jalur ini cukup banyak. “Serba salah sih apabila ingin diaruk jalannya secara menyeluruh dengan cara contraflow ya gimana, pertama jalan sempit, kedua akses antar daerah kota ini cuma satu, dan mau gak mau harus lewat jalan alternatif lain kalo mau lancar,” ungkapnya.

Selain kondisi jalan yang buruk, Yoko juga mengeluhkan minimnya kesadaran para pengguna jalan. Pasalnya, masih banyak pengendara yang belum memiliki kesadaran akan keselamatan di jalan dan hal itu jelas membahayakan pengendara lain.

“Kesadaran pengendara masih kurang. Contohnya pengendara yang menghindari lubang besar dengan kecepatan tinggi dan ngambil jalur lawan arus tentunya dapat mengakibatkan kecelakaan,” pungkasnya.(aji/sep)