Krisis Pemasukan, Bank Emok Jadi Pilihan

PENGHASILAN: Sejumlah nelayan tidak melaut akibat kondisi alam yang tidak menentu dan mengakibatkan menurunya penghasilan. FAUZAN FADHLURRAHMAN/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG – Akibat hasil alam yang tak menentu yang menyebabkan krisis pemasukan, nelayan pesisir Desa Sedari Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang banyak terjerat Bank Emok.

Salah satu warga Dusun Tanjungsari Desa Sedari, Mahmud pernah menjadi nasabah bank emok. Mahmud menjelaskan bahwa ternyata bank emok memiliki macam-macam jenisnya. “Bank Emok disini ada macam-macam, ada Bank Emok Syariah, Bank Emok sertifikasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), masing-masing memiliki keunggulannya yang menarik sih,” Ujar Mahmud.

Tak tanggung-tanggung, peminjamam uang yang dapat diterima nasabah pun lumayan besar. Nasabah bisa meminjam uang mulai dari Rp5 juta hingga belasan juta rupiah. Tentu saja dari peminjamam tersebut nasabah akan di kenakan bunga yang setimpal, semakin besar pinjamamnya, maka semakin besar pula bunganya.

“Sebenernya bunga yang ditawarkan itu sama aja kayak bank-bank yang ada, cuma yang memberatkan adalah bunga itu jika tidak dibayar, maka akan dibungakan kembali oleh penyedia bank emok,” Lanjut Mahmud.

Mendengar hal itu, Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa membenarkan adanya macam-macam bank emok yang ada di Desanya. Bisri pun menjelaskan berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengusir Bank Emok, namun tetap saja Bank Emok tetap ada dihati nasabahnya.

“Kita sudah sosialisasikan soal itu, hal itu juga kan membuat diri sendiri merugi. Namun masyarakat tetap memilih bank emok karena persyaratan yang mudah dan pinjaman yang ditawarkan lumayan besar,” tutur Bisri.

Bisri mengungkap, Hal ini menjadi perhatian khusus sebab masyarakat tak akan menggunakan Bank Emok jika keuangan mereka stabil serta ekonomi mereka sejahtera. “Hal ini juga menjadi perhatian kami, sebab jika disuatu daerah masih ada bank emok, berarti ekonomi mereka belum sejahtera. Saya kira pemerintah juga harus aktif membantu perekonomian desa agar bank emok tidak kembali datang,” pungkasnya. (zan/ded)