Luapan Sungai Citarum Rendam TPU Gorowong

TERENDAM: Ketua RT 02 Desa Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur bersama warga meninjau ketinggia air akibat banjir, Selasa (25/2). AJI LEKSMANA/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gorowong yang terletak di Desa Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur terendam luapan Sungai Citarum.

Ketua RT 02 yang membawahi wilayah TPU Gorowong Isda, mengatakan, kontur tanah yang menurun dan lokasi yang sangat dekat dengan sungai menjadi faktor utama terendamnya pemakaman tersebut.

“Yang pertama kan lokasinya memang di samping Citarum, ke dua kondisi tanahnya miring, makin ke sana makin rendah,” ucapnya ketika ditemui di lokasi TPU, Selasa (25/2).

Isda mengaku, TPU Gorowong memang menjadi langganan banjir setiap kali muka air Sungai Citarum naik. “Selalu di sini mah, asal Citarum naik juga pasti kena,” jelasnya.
Kejadian seperti ini kerap dialami dalam beberapa tahun terakhir, dengan banjir terparah terjadi pada tahun 2010 dan 2013, bahkan hingga merendam jalan yang berada di samping TPU.

“Udah sering ini (banjir) mah, yang parah tuh pas 2010 sama 2013, jalanan juga kerendem,” lanjutnya.
Sudah tidak bisa selamatkan kebun

Warga setempat berhasil mengevakuasi beberapa peralatan elektronik yang berada di dalam gubuk penyimpanan pemakaman sebelum akhirnya air meninggi seperti sekarang..
“Kita berhasil selametin barang-barang elektronik kayak alat las sama pemotong rumput. Di sana juga kan ada kandang domba, kemarin untungnya udah sempet dievakuasi semuanya, total ada 24 ekor,” katanya.

Selain terdapat kandang domba, di kawasan TPU yang masih produktif ditanami berbagai sayuran dan buah-buahan, namun sayangnya tidak ada yang dapat diselamatkan.

“Di sana juga kan tanah yang masih kosong kita tanamin sayuran dan buah kayak jagung, tomat, cabe, dan pepaya, semuanya gak bisa diselametin, keburu naik airnya. Apalagi jagung tuh sayang banget, udah tinggal dua minggu lagi panen,” lanjutnya.

Dari total sekitar 2.000 m2 luas TPU, sudah lebih dari setengahnya yang terendam air luapan Sungai Citarum. “Tinggal seperempatnya aja ini mah yang masih kering”, ungkapnya.

Isda menuturkan, tidak ada yang bisa dilakukan oleh warga jika air merendam TPU, hanya dapat terus memantau ketinggian air dan menginformasikan warga jika air semakin naik dan mengancam pemukiman.

“Kalo udah gini mah pasrah aja, kita pantau aja terus, paling nanti kalo udah surut kita warga bersihin sampah bekas banjirnya, biar gak kotor lah ini TPU,” tutup Isda. (lek/ded)