Ma’ruf Amin Ingatkan Jokowi Cinta Ulama

SAMBUTAN: Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin dalam sambutannya di Karawang Bershalawat. AEP SAEFULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin mengingatkan ribuan santri Nahdlatul Ulama (NU) di Karawang, jika Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencintai ulama. Dalam sambutannya di Karawang Bershalawat, Ma’ruf mengatakan, Jokowi merupakan pemimpin yang tidak menilai ulama sebatas daun salam.

“Selama ini banyak yang menyebutkan jika Jokowi membenci ulama. Itu bohong. Kita tahu kalau pemilihan presiden, legislatif, gubernur dan bupati para calon pasti akan datang ke ulama. Kemudian setelah terpilih, mereka melupakan ulama. Ibarat kalau masak itu menggunakan daun salam, kemudian setelah jadi masakannya daun salam itu dibuang. Karena daun salam hanya berfungsi sebagai pewangi. Tetapi beda dengan Jokowi, ia tetap ingat ulama. Ulama tidak anggapnya hanya sebagai pewangi atau daun salam,” kata Ma’ruf Amin di Parkiran Stadion Singaperbangsa Karawang, Sabtu (2/3).

Ia mengatakan, selama ini Joko Widodo selalu memberikan kebijakan yang pro terhadap santri, pesantren dan ulama. “Karena memang sudah kenyataan dan terbukti. Jika tidak pro terhadap ulama, tidak mungkin saya ini dipilihnya untuk menjadi Cawapres. Saya mau, juga karena diminta dan desakan oleh para ulama,” katanya.

Jika memang Jokowi anti ulama, lanjut Ma’ruf, tidak mungkin jika wakilnya itu dari kalangan ulama.

Ia juga menyinggung puisi yang dilontarkan oleh Neno Warisman. “Seolah Pilpres ini adalah perang badar. Menurut saya itu merupakan pemikiran yang salah,” kata dia.

Ma’ruf juga mengatakan Indonesia ini harus terus bersatu, tidak boleh bubar. Santri NU dipastikan akan ada di garis depan untuk menjaganya.

“Masa dikatakan mau punah. Emangnya Indonesia ini binatang. Sebelum merdeka NU sudah menyatakan siap untuk menjaga NKRI. Siapapun yang mengancam, Santri NU siap untuk menjaganya,” katanya.

Karawang Bershalawat itu juga dihadiri sejumlah ulama dan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Usai memberikan pidato, Ma’ruf Amin sekitar Pukul 23.00 WIB bertolak meninggalkan Karawang.(aef/vry)