Mensos Minta Tak Ada Konflik BST di Kabupaten Karawang

TERIMA BANTUAN: Kakek dan nenek di Karawang menerima bansos dari Kemensos.

KARAWANG-Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P Batubara meninjau langsung penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Karawang, yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara). Kedatangan Kemensos disambut oleh Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Sekda Karawang, H. Acep Jamhuri dan Dandim 0604 Karawang.

Sebanyak 2,8 juta lebih keluarga penerima manfaat (KPM) telah menerima bantuan sosial tunai (BST) tahap pertama, hingga hari ini. Menteri Sosial Juliari P Batubara menjelaskan mereka yang sudah menerima BST tersebar di seluruh tanah air. Besaran BST yaitu 600.000 rupiah setiap bulan yang diterimakan selama 3 bulan yaitu April, Mei, Juni 2020.
“Kita akan jangkau dari yang terpelosok agar mereka yang terdampak covid bisa menerima bantuan,” kata Mensos saat menyerahkan bantuan kepada 253 KPM di Kantor Pos Cikampek.

Mensos menambahkan, untuk daerah yang telah menyelesaikan penyaluran tahap I akan dilanjutkan penyaluran tahap II secara langsung. “Daerah yang sudah menyelesaikan penyaluran harus langsung dilanjutkan ke tahap II. tidak perlu menunda,” tambah mantan ketua IMI dua periode.

Mensos menjelaskan, jumlah KPM di Kabupaten Karawang sebanyak 50.234 mendapatkan BST yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan Himbara yaitu BNI, Bank Mandiri, BTN dan BRI. “Masyarakat dapat mengambil langsung dan diantarkan ke rumah-rumah bagi yang jauh,” imbuhnya.

Data Kementerian Sosial, total keseluruhan penerima BST di Jawa Barat ialah sebanyak 1.070.758 KPM. Juliar Batubara menargetkan, penyaluran bantuan sosial tunai (BST) tahap kedua tersalurkan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Ini dimaksudkan agar masyarakat bisa merayakan Lebaran tanpa kekurangan. “Kami berharap sebelum Idul Fitri sebagian besar penerima bansos sudah dua kali menerima Bansos tunai,” kata Juliari.

Selain itu, Kementerian Sosial meminta dinas sosial di kabupaten dan kota untuk membuka data penerima bantuan sosial tunai (BST) yang dilaporkan ke pemerintah pusat.
Mensos berharap, menginginkan penyaluran BST di Karawang tidak ada kekacauan dan penyelewengan penyaluran bantuan. “Saya meminta pihak aparat baik Polri dan TNI untuk ikut membantu mengawasi,” ucap Mensos.

Mensos mengakui pihaknya tidak bisa memuaskan semua masyarakat dengan bantuan yang disalurkan. Untuk itu, ia berharap pendataan bantuan bantuan dari Pemprov maupun Pemkab perlu disisir. “Jangan sampai ada bantuan yang menumpuk. Saya memaklumi jika masih ada yang tumpang tindih, karena diakui ini semua serba mendadak. Tapi kalau masih ada waktu, data data yang kurang harus diperbaiki,” kata Mensos.

Dalam proses penyaluran BST tersebut, Mensos meminta petugas PT Pos Indonesia yang akan menyalurkan agar selalu menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. “Mohon memperhatikan protokol kesehatan dalam antrean. Tentu saja kita harus disiplin, pakai masker, cuci tangan, tidak berkerumun, insya Allah cepat selesai,” harap Mensos.

Bagi penerima bantuan BST, terutama kepada bapak-bapak agar memanfaatkan uang yang diterima hanya untuk keperluan keluarga dan yang bermanfaat. “Bapak-bapak jangan untuk beli rokok uangnya, ibu-ibu hati-hati jangan buat beli pulsa, jangan dikasih kalau buat beli rokok dan pulsa, buat beli makanan saja,” pesan Mensos.(aef/ddy/vry)