Operasi Semut Hasilkan 8 Kantung Sampah

SADAR LINGKUNGAN: Sebanyak 20 orang relawan mengumpulkan sampah sisa warga pengunjung Car Free Day, Minggu (26/1). AEF SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Sebanyak 20 orang relawan mengumpulkan sampah saat Car Free Day (CFD) di bilangan Jalan Ahmad Yani hingga Lapangan Karangpawitan pada Minggu (26/1).

Selama tiga jam, relawan mengambil sampah yang berserakan di area CFD. Hasilnya, terkumpul 119 kemasan plastik dari berbagai merek. Didominasi botol minuman kemasan.

“Ini kegiatan rutin kami setiap hari Minggu. Tujuannya untuk kampanye kebersihan dan mengetahui produk (sampah) apa saja yang banyak dibuang sembarangan saat car free day,” kata Fahmi Annas (26), Koordinator Mingsih Karawang saat aksi Mingsih di Lapangan Karangpawitan.

Dalam operasi semut sejak pukul enam hingga sembilan pagi itu, terkumpul delapan kantung besar sampah. Sampah yang tercecer didominasi oleh bungkus plastik tanpa merek, gelas plastik dan sedotan. Dari hasil audit, terdapat 457 plastik dan kantung kresek.

“Didominasi bungkus plastik dari jajanan makanan seperti cimol, cilok dan semacamnya. Terlihat dari saus dan tusuk bambu di dalam plastik bening itu,” ungkap Fahmi.

Di posisi kedua, ditempati kemasan minuman. Relawan menemukan 97 gelas plastik tak bermerek. Rinciannya 32 botol plastik Le Minerale buatan PT Tirta Fresindo Jaya dan 18 botol plastik Aqua buatan Danone. “Kami juga menemukan 83 minuman ringan botolan dari berbagai merek,” kata Fahmi.

Setelah dipilah dan dihitung, relawan kemudian menyerahkan sampah plastik kepada pemulung. Adapun data sampah itu akan terus dikumpulkan sampai akhir tahun.

“Nanti datanya akan kita rekap sebagai bahan kebijakan dan renungan bersama,” tutur Fahmi.

Menurut Fahmi, banyaknya sampah saat Car Free Day tak lepas dari rendahnya kesadaran warga dan minimnya tempat sampah di Jalan Ahmad Yani. Fahmi menuturkan, tempat sampah bisa dijumpai di Lapangan Karangpawitan. Jumlahnya 4 buah, dipasang rangkap untuk sampah organik dan non organik.
Melihat banyaknya sampah berserakan saat CFD, relawan Mingsih mengajak warga Karawang untuk tidak buang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Relawan Mingsih juga merekomendasikan produsen makanan dan minuman untuk kampanye hidup bersih. “Produsen bisa ikut mengimbau konsumen untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tutur Fahmi.

Selain itu, relawan Mingsih juga mendorong Pemkab Karawang membuat aturan tegas untuk mengikis perilaku buang sampah sembarangan di ruang publik. “Bisa membuat peraturan berisi hukuman atau denda kepada pelaku pembuang sampah sembarangan,” katanya.

Gerakan Mingsih di Karawang konsisten dilakukan sejak tahun 2012. Setiap akhir pekan, relawan mengumpulkan sampah di Jalan Ahmad Yani hingga Lapangan Karangpawitan.

Namun, selama delapan tahun, tak ada penurunan berarti jumlah sampah berserakan di Lapangan Karangpawitan. Sayangny, renovasi Lapangan Karangpawitan juga belum berdampak pada perilaku buang sampah sembarangan.

“Meski Lapangan Karangpawitan telah direnovasi lebih cantik, perilaku buang sampah sembarangan tetap kerap ditemui. Tak ada penurunan sampah yang signifikan sejak sebelum direnovasi hingga saat ini,” ungkap Fahmi.

Setelah lapangan itu direnovasi, banyak Satpol PP lalu lalang di Lapangan Karangpawitan. Namun, kata Fahmi, jarang menemukan petugas menegur langsung warga yang buang sampah sembarangan.”Satpol PP harus lebih tegas menegur pembuang sampah,” tukas Fahmi. (aef/ded)