Parkir Islamic Centre Rp 500.000

SEMPAT VIRAL: Petugas Bidang Sarana dan Prasarana Islamic Center Karawang, Andri Andriansyah. AJI LEKSMANA/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Senin (20/1) lalu, sempat ramai diskusi mengenai biaya parkir Islamic Center Karawang yang dianggap terlampau mahal di salah satu group Facebook masyarakat Karawang. Yang bersangkutan mempertanyakan mengenai kebenaran selentingan yang Ia dengar dari kawasan sekitar Masjid Al-Jihad yang berada satu pagar dengan gedung Islamic Center Karawang.

Petugas Bidang Sarana dan Prasarana Islamic Center Karawang, Andri Andriansyah membenarkan isu tersebut. “Ya memang betul ada biaya parkir sebesar Rp 500.000 di sini,” ucapnya (21/1).

Andri menjelaskan, Islamic Center Karawang memang mematok harga untuk setiap penyewaan, seperti aula dan wisma haji juga termasuk sewa lahan parkir. Namun, mengenai sewa lahan parkir, seharga Rp 500.000 yang harus dibayarkan bukan dipatok untuk setiap satu bus atau kendaraan besar, namun untuk setiap satu acara penuh yang terdiri atas banyak bus.

“Jadi retribusi parkir Rp 500.000 itu bukan biaya per bus, melainkan untuk satu event penuh. Lagipula kewajiban membayar retribusi hanya jika ada acara. Hanya untuk bus yang menghadiri acara, bukan setiap bus parkir harus bayar Rp 500.000. Jadi jatohnya mereka sewa lahan parkir untuk satu acara penuh,” jelasnya.

Andri menyebutkan, pihaknya telah diberikan amanat penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Surat Keputusan Bupati Nomor: 978/Kep. 899-Huk/2017 yang menyebutkan, bahwa Pengurus Badan Pengelolaan Islamic Center Kabupaten Karawang memiliki kewenangan sebagai pelaksana tugas administrasi, perencanaan dan pelaksana program kegiatan departemen, tata usaha, dan pertanggung jawaban terhadap Islamic Center Karawang.

“Jadi memang kami secara legal diamanatkan oleh Bupati untuk mengelola segala sesuatu yang ada di sini”, ungkapnya.
Andri juga menuturkan, manajemen keuangan Pengurus Badan Pengelola Islamic Center Kabupaten Karawang sangat jelas mengalir ke mana dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Andriansyah mengatakan, dana yang selama ini masuk sebagai biaya sewa berbagai fasilitas dikelola untuk pembenahan dan pembangunan Islamic Center itu sendiri.
“Jadi uangnya ya buat kemanan, kebersihan, perbaikan, dan pembangunan segala fasilitas yang ada di sini. Sekarang kita juga lagi ngebangun food court Islamic Center, ya dananya dari situ”, imbuhnya.

Mengapa selama ini terdapat biaya sewa di Islamic Center, Andri memaparkan jika tidak dilaksanakan penarikan biaya retribusi maka pembenahan seperti renovasi bangunan dan pengelolaan akan tersendat. “Kalau hanya mengandalkan dana dari Pemerintah kan gak mungkin. Jadi kita harus memberlakukan tarif sewa. Ya dananya juga untuk Islamic Center Karawang juga,” paparnya.

Andri berharap, kelak ada sinergisitas antara Islamic Center dengan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk dapat bersama-sama membangun dan meningkatkan fasilitas yang ada di Islamic Center. Ia juga berharap kelak ada pemberdayaan Islamic Center oleh Pemerintah seperti lokasi wisata rohani contohnya. “Ya Saya sih harapannya ke depan ada sinergisitas dengan Pemerintah, biar Islamic Center jadi makin bagus gitu. Kayak di Indramayu itu Islamic Centernya sangat bagus. Wisma hajinya sudah kayak hotel, trus jadi lokasi wisata rohani juga,” tambahnya.(aj/vry)

BACA JUGA:  VIRAL! Video Bully Siswi SMP Dipukul dan Ditendang hingga Menangis