Pedagang Keluhkan Keamanan Pasar Cikampek

pasar cikampek
TAK TERAWAT: Samping bangunan Pasar Cikampek satu tampak tak terawat. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Pedagang mengeluhkan pengelolan Pasar Cikampek satu. Pasalnya, keamanan dan ketertiban kurang diperhatikan oleh UPTD Pasar Wilayah 2 Cikampek sebagai penanggung jawab pengelola pasar tersebut. Padahal, pedagang sudah menjalankan kewajiban dengan membayar retribusi.

“Banyak sekali yang dikeluhkan oleh para pedagang tentang pengelolaan Pasar Cikampek satu,” Ucap Aliyah, pemilik toko Selia Jaya.

Dikatakan, diantaranya tentang keamanan, ketertiban dan kebersihan. Bayangkan saja, sudah beberapa mingu ini sampai sekarang. Hampir setiap hari, lampu para pedagang hilang, bahkan ada beberapa kios pedagang dibobol malin, sehingga para pedagang merasa tidak aman dan nyaman karena khatir permasalah tersebut terulang kembali.

Baca Juga: Pedagang Pasar Cikampek Keluhkan Tumpukan Sampa

“Pada hari Rabu kemarin pun, toko mas saya ada yang membobol. Sebagian perhiasan hilang. Taksiran kerugian bisa mencapai Rp 10 juta,” katanya.

Dijelaskan, para pedagang sudah menjalankan kewajibannya dengan membayar iuran retribusi. Dengan demikian, maka dia meminta kepada pengelola Pasar Cikampek satu untuk serius dalam mengatasi permasalahan yang ada di pasar tersebut.

“Jangan hanya menarik iuran nya saja, harus bertanggung jawab juga. Keamanan pasar harus ditingkatkan lagi, jangan sampai merugikan para pedagang,” katanya.

Pedagang lainnya, Nurasmi Pemilik Toko Mutia Fashion mengaku kesal, karena sudah bosan hampir setiap hari mengganti empat sampai lima lampu karena sering hilang. Sedangkan harga satu lampu sebesar Rp 65 ribu.

“Padahal kami para pedagang, membayar iuran retribusi setiap harinya. Tapi kemanannya sangat parah, lampu para pedagang sering hilang dan sejumlah toko pun ada yang dibobol. Termasuk toko saya pun dibobol maling, barang jualan pada hilang, taksiran kerugian sampain Rp 2 juta,” katanya.

Maka tak heran, Dia merasa kesal kepada pengelola pasar, dinila tidak bisa mengelola pasar tersebut, hanya bisa menarik iuran saja. “Saya harap pemerintah daerah bisa mengtasi permaslahan pasar yang tak pernah kunjung usai,” katanya.(use/vry)

BACA JUGA:  DPRD Bahas Pasal Per Pasal Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif