Pedestrian Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

DINILAI TIDAK MAKSIMAL: Proyek drainase dan pedestrian Jalan Ahmad Yani diduga sarat akan korupsi karena pengerjaannya dinilai tidak maksimal. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

Jalan Ahmad Yani Dianggarkan Rp15 M

KARAWANG-Jaringan Masyarakat Peduli Hukum (JMPH), mensinyalir ada dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan pedestrian jalan Ahmad Yani. Pasalnya, pembangunan proyek yang menelan anggaran Rp 15 miliar dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Pengamatan dan investigasi di lapangan, kami menyimpulkan proyek drainase dan pedestrian patut diduga ada tindak pidana korupsi. Dari berbagai informasi yang kami peroleh, proses penunjukan PT. AdhiKarya Teknik Perkasa sebagai pelaksana proyek sarat akan indikasi kongkalikong, yang ditengarai dengan adanya kekurangan berkas pada saat lelang,” ujar Tim Advokasi JMPH Karawang, Agus Evendi, Kamis (7/2).

Dikatakan Agus, pada proses pelakasanaan secara kasat mata dapat dilihat pelakasanaannya sangat buruk. Beberapa hal tidak sesuai dengan spesifikasi, bahkan ada beberapa batu andesit mudah lepas karena adonan semen dan pasir tidak sesuai standar.