Pendemi Covid-19, Petugas Kebersihan Tetap Bertugas

TETAP BEKERJA: Akibat tidak adanya anggaran para petugas kebersihan bekerja tanpa menggunakan masker, kemarin (7/4). USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Di tengah ancaman penyebaran penularan wabah virus corona (Covid-19), sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, tetap melaksanakan rutinitasnya sebagai pejuang kebersihan lingkungan, Selasa (7/4)

Para petugas kebersihan itu mengaku tak bisa berhenti sebagai pelayan masyarakat, khususnya dalam pengangkutan sampah yang dihasilkan sampah pasar maupun rumah tangga.

Kendati tanpa dilengkapi masker ‘pasukan oranye’ membersihkan tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di wilayah Karawang Kota.

Salah seorang sopir pengangkut truk sampah, M Soleh mengatakan, sebagai pekerja lapangan ia tak bisa berhenti atau menunda pekerjaan mengangkut sampah yang dihasilkan sampah pasar maupun sampah rumah tangga. Walaupun saat ini tengah dihebohkan ancaman penyebaran wabah virus corona. “Ya bagaimana pak? Kalau tidak siapa yang mengangkut sampah?,” ujarnya, Selasa (7/4)

Soleh mengaku sebenarnya takut, tapi yang penting harus waspada. Soalnya sebagai pekerja lapangan, sopir truk angkutan sampah tak bisa berhenti dalam penanggulangan sampah di Kabupaten Karawang. Sebab berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga yang harus tetap terpenuhi. “Yang penting kita tetap menjaga kesehatan, supaya tetap aman saat mengangkut sampah,” katanya.

Soleh mengaku tak menggunakan masker dalam bekerja, namun pihak UPTD Kebersihan memberikan vitamin C setiap hari dalam bekerja. Oleh sebab itu Soleh bersama petugas kebersihan lainnya tetap mengangkut sampah setiap harinya, mengingat jika sampah sehari saja di Kabupaten Karawang tak diangkut bisa dibayangkan terjadi penumpukannya.

Meski demikian, ia mengatakan, di saat sampah itu diangkut dan dibuang ke TPA, sampah pun kembali menumpuk. “Jangan dianggap enteng persoalan sampah. Permasalahan di Kabupaten Karawang sampah. Sampah jangan dianggap remeh. Kesadaran masyarakat kurang. Masyarakat langsung buang begitu saja dan tak tanggungjawab,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Kebersihan Wilayah 1, DLHK Karawang, Luky Mantera mengatakan pihaknya tidak bisa menganggarkan untuk pembelian masker bagi petugas kebersihan yang jumlahnya 300 orang. Namun, untuk tetap menjaga kesehatan para petugas, pihaknya menyiapkan vitamin C. “Anggaran kami terbatas jadi kami memberikan vitamin C bagi petugas kebersihan,” katanya.

Sebab, lanjut Luky, para petugas kebersihan itu tetap harus bekerja seperti biasa meskipun ada wabah covid-19. Sebab para petugas itu, harus bekerja setiap hari. “Selama ini tidak pernah berhenti. Kalau kita berhenti mengangkut dan membersihkan sampah bahaya terhadap lingkungan. Apalagi dalam kondisi ancaman penyebaran wabah virus corona,” katanya. (use/ded)