Pengusaha Hotel Keluhkan Pengunjung Minim

DIALOG: Para pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karawang melakukan dialog dengan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Rendahnya tingkat hunian hotel di Karawang dikeluhkan para pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karawang. Dari sekitar 2.000 kamar yang dimiliki 14 hotel di Karawang, rata-rata hanya terhuni 30 persen.

“Operasional hotel akan berjalan normal, jika tingkat huniannya di atas 70 persen,” ujar Ketua PHRI Karawang, Gabryel Alexandersaat saat melakukan hearing dengan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana di ruang rapat lantai II Gedung Singaperbangsa, Selasa (9/10).

Padahal, lanjutnya, di Kabupaten Karawang saat ini terdapat 5.000 lebih tanaga kerja asing (ekspatriat) yang merupakan pasar potensial hunian hotel. Sayangnya, dari ekspatriat sebanyak itu hanya 8 persen yang menetap di Karawang.
“Itu pun tidak semuanya tinggal di hotel, ada juga yang menetap di perumahan dan apartemen,” kata Gabryel.

Dalam kesempatan itu, PHRI mendesak bupati membuat terobosan agar tingkat hunian meningkat. Salah satunya caranya adalah dengan membuat edaran supaya ekspatriat bersedia menetap di Karawang.

Cara lain adalah dengan menggelar kegiatan (event) penting tingkat nasional atau internasional yang dapat menyedot turis datang ke Karawang.
“Kami yakin, jika 80 persen kamar hotel terjual, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karawang akan terdongkrak signifikan,” katanya.

Dijelaskan, saat ini PAD dari sektor perhotelan hanya masuk Rp14 miliar per tahun. Padahal potensinya mencapai Rp 70 miliar per tahun. Artinya, ada potensi yang tersia-siakan. Padahal fasilitasnya sudah tersedia yakni berupa 2000 lebih kamar hotel berbintang.

Gabryel juga menyayangkan sikap Pemkab Karawang yang kurangbgencar dalam melakukan sosialisasi event besar di Karawang. Misalnya adanya ageda tahunan di Karawang yang mampu menyerap ribuan pendatang.

“Ada tiga event penting yang sebenarnya mampu mendongkarak hunian hotel. Di antaranya adalah peringatan Hari Waisak di Candi Jiwa dan peringatan HUT Karawang yang lumayan meriah. Namun event itu belum mampu mendongkrak hunian hotel,” katanya.

BACA JUGA:  Atasi Kekeringan, Polres Karawang Buat Sumur Bor

Menanggapi hal itu, Bupati Cellica Nurrachadiana menyebutkan, Pemkab Karawang siap membantu keluhan PHRI. Cellica juga berjanji akan segera menerbitkan surat edaran agar para ekspatriat mau menetap di Karawang.

“Pemkab sipatnya hanya membantu. Terkait mau tidaknya ekspatriat tinggal di hotel, ya tergantung kreatifitas para pengelola hotel itu sendiri,” kata Cellica.

Ia menambahkan, selain membuat surat edaran, Pemkab Karawang juga terus membenahi infrastruktur di Karawang agar ekspatriat betah tinggal di kota industri tersebut. “Kami telah melebarkan interchange Karawang Barat agar transfortasi dari hotel ke kawasan industri semakin lancar,” kata Cellica.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Acep Jamhuri menyebutkan, Pemkab Karawang akan membuat destinasi sejarah di Rengasdengklok dan membuat galeri budaya di eks Rumah Dinas Bupati (RDB) Karawang. Dua destinasi baru itu diharapkan bisa menyedot wisatawan dari luar daerah yang juga dapat mendongkrak tingkat hunian hotel di Karawang.

“Ke depan Karawang bakal memiliki obek wisata yang tidak kalah dari daerah lain,” ujar Acep. (use/din)