Potensi Pariwisata Belum Tergali Secara Optimal

TAMBAH FASILITAS: Suasana peresmian laboratorium aplikasi bisnis dan keilmuan pariwisata, di SMKN 2 Karawang, Rabu (2/1). USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Direktur Utama PT Jaswita, Agus Darmadi menyatakan, potensi pariwisata di Kabupaten Karawang hingga saat ini belum tergali secara optimal. Padahal, hingga saat ini masih banyak destinasi yang bisa dikembangkan.

“Destinasi wisata yang bakal mampu menyedot wisatawan asing adalah komplek percandian Candi Jiwa dan kawasan mangrove di pesisir utara Karawang,” ujar Agus dalam acara peresmian laboratorium aplikasi bisnis dan keilmuan pariwisata, di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Karawang, Rabu (2/1).
Menurutnya, komplek percandian Candi Jiwa merupakan candi Budha tertua di Indonesia. Keberadaan candi tersebut tentunya bakal mengundang rasa penasaran umat Budha di sejumlah belahan dunia untuk mengunjunginya.

Dengan demikian, lanjut dia, komplek Candi Jiwa bisa dijadikan sebagai destinasi religi bagi umat Budha. Destinasi itu bisa dipadukan dengan wisata alam berupa hamparan mangrove yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Candi Jiwa.

Potensi itu, lanjut Agus, bisa dikembangkan jika Karawang memiliki sumber daya manusia yang memadai tentang kepariwisataan. Berangkat dari pemikiran tersebut, PT Jaswita membuka laboratorium pariwisata di SMK 2 Karawang. Laboratorium itu merupakan pusat pembelajaran kepariwisataan bagi para pelajar.

Dijelaskan, sektor kepariwisataan menjanjikan peluang kerja yang cukup besar bagai generasi melinial. “Saat ini di Karawang sudah banyak dibangun hotel berbintang. Hotel- hotel itu tentunya mebutuhkan tenaga handal di bidangnya,” kata Agus.
Ia menambahkan, laboratorium pariwisata yang ada di SMKN 2 Karawang akan mengajarkan praktek kepariwisataan bag para siswa. “Kami ajarkan beberapa hal. Para siswa nantinya bukan hanya bekerja di tempat pariwisata, tetapi mereka juga harus memahami bagiamana caranya untuk menjadi peramu pariwisata, wirausaha pariwisata, dan pemasaran pariwisata,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Parbud Karawang, Dadan Hendrayana, memgakui sumber daya manusia untuk sektor kepariwisataan di Karawang, masih sangat kurang. Akibatnya peluang kerja pada sektor itu harus diisi tenaga dari luar daerah.
“Sedikit demi sedikitbmulai kami benahi. Kamintelag meminta beberapa SMK untuk membuka jurusan kepariwisataan, khususnya perhotelan,” kata Dadan.

BACA JUGA:  Menyambut Potensi Wisata Mangrove Gegara Menyan (1)

Dalam kesempatan itu Dadan juga menjelaskan, dari hasil penelitian terbaru komplek percandian Candi Jiwa ternyata memiliki cakupan seluas 374 hektare. Dari luas lahan tersebut terdapat 60 unur (gundukan tanah yang didalamnya terkubur bangunan candi) yang belum tergali.

“Saat ini baru lima unur yang sudah terbuka, dan di dalamnya memang ada bangunan candi, yakni Candi Jiwa, Candi Balandong, Candi Sumur, dan candi lainnya,” katanya.

Menurut Dadan, dengan ditemukannya komplek percandian itu, Karawang menjadi bagian dari sejarah dunia. “Apalagi, di perairan Pantai Cilamaya ditemukan pula bangkai kapal peninggalan VOC yang sarat dengan muatan benda-benda langka dan bersejarah,” paparnya.

Sementara itu, Deden Mustafa Kemal selaku Project Director Jaswita Tourism Center mengatakan pendirian laboratorium di SMKN 2 Karawang merupakan tindak lanjut dari kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan pihak Jaswita.
“Kami memilih SMK 2 Karawang karena merupakan salah satu sekolah pertama di Karawang yang mengembangkan bidang pariwisata. Alasan lain, karena Kabupaten Karawang sedang mengalami pertumbuhan industri pariwisata yang sangat cepat,” kata Kemal. (use/din)