Ratusan Warga Terisolasi, Dampak Penutupan Jalan Desa oleh Perusahaan

BERBAHAYA: Seorang pelajar SD terpaksa harus menaikan tembok untuk menuju ke sekolahnya. AEF SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Sekitar 150 keluarga yang tinggal di Dusun Pagadung, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, mengeluhkan sikap PT Pindo Deli 3 dan PT China Portune Land Developmen (CPLD) yang telah menutup jalan desa dengan pagar beton. Akibat hal itu, warga kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.
“Untuk menuju sekolah dan tempat kerja, kami harus mencari jalan berputar yang jaraknya tiga kali lipat dari jalan lama yang sudah ditutup itu,” ujar Ketua RT 11 RW 02 Dusun Pagadungan, Kasan, Senin (22/10).

Disebutkan juga, jalan yang menuju dusunnya ditutup PT Pindo Deli 3, sejak satu bulan silam. Sementara PT CPLD sudah terlebih dahulu memasang pintu gerbang di areal lahannya dan warga tidak boleh melintasi jalan itu.

BACA JUGA:  Ribuan Pasukan Amankan Pemilu

Padahal, lanjut Kasan, jalan yang dikuasai PT CPLD itu sebelumnya jalan desa yang bisa dilintasi semua orang. “Kami tidak tahu siapa yang menjual jalan desa itu kepada pihak perisahaan,” katanya.

Dijelaskan Kasan, setelah akses menuju dusunnya tertutup pagar, anak-anak Pagadungan sulit bersekolah. Mereka harus menempuh jalan alternatif selama satu jam untuk tiba di sekolah tepat waktu.

“Namun anak-anak lebih memilih memanjat pagar supaya bisa cepat sampai ke sekolah, ketimbang menempuh jalan berputar,” katanya.