Sayangkan Proyek Pedestrian Tak Didampingi TP4D

DISOAL: Proyek pedestrian senilai Rp15 miliar disoal sejumlah pihak. Sekda Karawang pun cukup menyayangkan proyek tersebut tak melibatkan TP4D dalam pelaksanaannya. USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Teddy Rusfendi Sutisna menyayangkan sikap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang tidak menggandeng TP4D dalam pelaksanaan pengerjaan pedestrian senilai Rp15 miliar yang dibangun di sepanjang Jalan Ahmad Yani (bypass) Karawang Kota.

Menurut Teddy, pendampingan TP4D bisa menjaga dari awal jika ada hal yang melenceng kemudian dalam pengerjaannya.
“Memang seharusnya dinas itu menggandeng TP4D . Jika ditemukan ada yang berbeda dan melenceng kemudian sudah diingatkan tapi tetap dibiarkan maka saya yakin akan ‘ti gebrus’ (jatuh),” ujarnya.

Dijelaskan Teddy, sementara itu Inspektorat Daerah sifatnya hanya kepada kegiatan managerial administrasi saja. Adapun kaitan dengan pekerjaan lapangan, seharusnya dinas melalui bagian pengawas lapangan lebih ketat lagi mengawasi.

“Hal tersebut nantinya bisa menjadi kontrol bagi pemerintah daerah melalui dinas terkait agar pekerjaan itu betul-betul dibuat sesuai dengan rencana dan yang sudah didesainkan,” tandasnya.

Satu pemahaman dengan Kejaksaan, Teddy pun meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pihak ketiga atau pemborong untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Barulah kemudian, jika memang ada bukti kecurangan yang dilakukan ditemukan dilapangan yang dilakukan, sampaikan kepada pemerintah daerah.

“Biar mereka menyelesaikan terlebih dahulu. Jika memang ada masyarakat yang mempunyai bukti kecurangan sampaikan kepada kami, karena kami sejalan dengan ibu kepala Kejaksaan Negeri Karawang,” katanya. (use/din)