Sunarti Meninggal Dunia, Sempat Menjalani Operasi Bariatrik

DIMAKAMKAN: Penderita obesitas asal Karawang Sunarti, yang sempat menjalani operasi bariatrik atau memperkecil lambung meninggal dunia. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Penderita obesitas asal Karawang yang sempat menjalani operasi bariatrik atau memperkecil lambung, meninggal dunia pada Sabtu (2/3). Perempuan itu menghembuskan nafas terakhir saat berbaring di tempat tidurnya menjelang adzan Subuh.

Pada hari Sabtu (2/3) jam 04.00 wib, suasana duka menyelimuti rumah Sunarti yang terletak di Perumahan Terangsari Blok E9 nomor 25, Kecamatan Klari, Karawang Timur.
“Meninggal Sabtu subuh sekitar pukul empat. S

Sunarti meninggal di rumahnya setelah keluar dari RSHS,” ujar Kepala Seksi Kesos Kecamatan Klari, Asip Suhenda.
Dikatakannya, Sunarti tiba di rumahnya pada Jumat sore (1/3). Tak ada yang menyangka, ia meninggal setelah melewati malam. Sehari sebelum meninggal, Sunarti keluar dari RS Hasan Sadikin Bandung. Di rumah sakit itu, Sunarti sempat menjalani operasi bariatrik atau memperkecil ukuran lambung pada Senin (18/2).

“Dokter bilang keadaan Sunarti mengalami perkembangan selama menjalani perawatan intensif setelah operasi,” kata Asip.
Asip menuturkan, Sunarti dipulangkan dari RSHS lantaran kuota BPJS miliknya telah habis. “Dari RS Hasan Sadikin bilang, berhubung BPJS sifatnya terbatas, jadi (Sunarti) dipulangkan dulu. Nanti diajukan berobat jalan,” kata Asip.

“BPJS kan ada limitnya. Katanya sudah habis, makanya dianjurkan berobat jalan karena dokter bilang kondisi Sunarti sudah ada perkembangan,” Asip menambahkan.
Sunarti dikebumikan di samping makam ibunya. Di kampung Anjun, Kelurahan Karawang Kulon Kecamatan Karawang Barat. “Ini permintaan keluarganya,” kata Asip.

Sementara itu, Direktur Utama RSU Pemerintah Hasan Sadikin Bandung dokter R Nina Susana Dewi, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya pasien Sunarti.

“Semoga almarhumah mendapat tempat yang layak di sisiNya, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” kata Nina di Bandung, Jawa Barat, Senin (4/3).

Pasien Sunarti dirawat sejak tanggal 1 Februari 2019 dengan rujukan dari Rumah Sakit Karawang. Nina mengatakan untuk penanganan obesitas selama perawatannya, RSHS membentuk tim khusus (terdiri dari berbagai disiplin ilmu), yang telah berupaya semaksimal mungkin.

Dia menjelaskan pada 18 Februari 2019, Sunarti menjalani bariatric surgery yaitu berupa tindakan pengecilan lambung. “Tindakan operasi berjalan dengan baik dan selama paska operasi pasien dalam kondisi yang baik,” jelasnya.
Secara umum kondisi Sunarti baik, baik tekanan darah, nadi, dan respirasinya normal. Ia tidak mengalami sesak nafas. Perkembangan lain yang signifikasn, Sunarti sudah bisa duduk dan dapat mentoleransi kalori makanan sebesar 450 kalori per hari.

Dengan perkembangan yang ada, pasien dinyatakan aman untuk pulang pada 1 Maret 2019 dan dapat melakukan aktivitas keseharian di rumah. Saat pulang pasien dibekali obat-obatan dan edukasi asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Sementara itu terkait pembiayaan, Direktur Utama menjelaskan, Sunarti dipulangkan bukan karena kuota BPJS habis. Melainkan murni karena kondisi yang sudah aman untuk dipulangkan secara medis.

Sejak awal pasien sudah diprediksi akan membutuhkan pembiayaan besar, sehingga pada clinikal meeting pertama, manajemen RSHS memutuskan tindakan medis yang berfokus pada patient safety dengan pelayanan medis baik AMHP maupun tindakan lainnya dicover oleh BPJS dan RSHS sesuai prosedur yang berlaku.( (use/rh/fin/vry)