Suryacipta Resmikan Teknologi Pengolahan Limbah Modern, Gandeng Perusahaan Asal Hungaria

OLAH LIMBAH: Suasana peresmian operasional fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) Organica Suryacipta. Sistem pengolahan air limbah modern berkapasitas 5.000 m3/hari ini akan mengolah limbah seluruh pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Suryacipta Karawang. DEDY SATRIA/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui anak usaha PT Suryacipta Swadaya, pengelola Kawasan Industri Suryacipta Karawang, meresmikan operasional fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) Organica Suryacipta. Sistem pengolahan air limbah modern berkapasitas 5.000 m3/hari ini akan mengolah limbah seluruh pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Suryacipta Karawang.

Peresmian fasilitas dilakukan oleh Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk, Johannes Suriadjaja dan disaksikan oleh Wakil Presiden Direktur PT Suryacipta Swadaya, Karel Walla, Direktur PT Suryacipta Swadaya Wilson Effendy, Direktur PT Suryacipta Swadaya Petrus Kosasi dan Direktur PT Suryacipta Swadaya Didi Wihardi.

“Keberadaan fasilitas WWTP dengan fasilitas pendukungnya ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai bagian Surya Semesta Internusa Group untuk mewujudkan Kawasan Industri yang sehat dan menerapkan prinsip green/ramah lingkungan dalam setiap kegiatan bisnisnya,” jelasnya.

Sementara itu Presiden Direktur Surya Semesta Internusa Tbk, Johannes Suriadjaja mengatakan, pembangunan WWTP sudah dimulai sejak bulan September 2016, dengan menggandeng perusahaan WWTP ternama asal Hungaria, Organica Technologies.

Sebagai informasi, Organica Technologies merupakan perusahaan Waste Water Treatment yang berdiri sejak tahun 1998 dengan proyek yang tersebar di Prancis, Hungaria, China, dan Indonesia, serta merupakan market leader WWTP dalam hal teknologi Fixed-Bed Biofilm Activated Sludge (FBAS).

Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas +3 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp68 miliar. Dengan adanya fasilitas berkonsep green ini, akan menambah kapasitas pengolahan air limbah hingga mencapai 16.000 m3/hari, dimana WWTP lama berkapasitas 11.000 m3 per hari yang sudah beroperasi sebelumnya.

Kapasitas WWTP terpasang tersebut diperuntukkan guna mengolah air limbah yang dihasilkan para tenant di Kawasan Industri Suryacipta yang berdiri di lahan seluas kurang lebih 1.400 hektare tersebut. Secara sederhana, sistem pengolahan fasilitas WWTP Organica Suryacipta dapat dijelaskan sebagai berikut, yaitu proses pengolahan air limbah yang berasal dari tenant menggunakan akar tanaman, di mana akar tanaman tersebut berfungsi sebagai tempat berkembang biaknya mikro organisme yang akan menguraikan air limbah. Teknologi pengolahan air limbah yang diterapkan di WWTP Organica Suryacipta merupakan teknologi terbaru yang diterapkan di Indonesia.

Tidak hanya itu, gedung operasional WWTP Organica Suryacipta juga menerapkan prinsip green dengan menggunakan green electricity yaitu memanfaatkan energi matahari berupa solar panel yang diparalelkan dengan listrik yang dipasok oleh PLN. Kapasitas listrik solar panel terpasang sebesar 20KVA dari total pemakaian listrik sebesar 197 kVA. Johannes menambahkan, pembangunan fasilitas ini juga merupakan wujud partisipasi aktif perseroan dalam mendukung program Citarum Harum yang diinisiasi Pemerintah.

Melalui pengolahan limbah dengan teknologi modern ini, diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi pencemaran di Sungai Citarum. Seperti diketahui, tingkat pencemaran Sungai Citarum mendapat perhatian yang besar dari Pemerintah Indonesia. Berdasar data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat menyebutkan, setidaknya terdapat 1.900 industri sepanjang DAS Citarum, 90 persen di antaranya tidak memiliki IPAL yang memadai, menghasilkan limbah cair sekitar 340.000 ton/hari.

Selain itu, Sungai Citarum juga tercemar limbah domestik yang dihasikan masyarakat, mulai dari sampah rumah tangga hingga kotoran manusia. Jumlah sampah rumah tangga sebanyak 20.462 ton per hari, 71 persen diantaranya tidak terangkut sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sebanyak 35.5 ton per hari kotoran manusia dan 56 ton/hari kotoran hewan/ternak juga dibuang langsung ke Sungai Citarum.

“Dengan adanya WWTP ini, kami berharap sumbangsih kecil ini akan dapat membantu Pemerintah menekan tingkat pencemaran di Sungai Citarum sekaligus dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan khususnya Sungai Citarum sehingga membawa manfaatbagi orang banyak,” tutup Johannes.(ddy/din)