Tangkapan Nelayan Turun Drastis, Nelayan Salahkan Pertamina

tangkapan nelayan

KARAWANG-Nelayan pesisir pantai Utara Karawang, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya mengeluh karena hasil tangkapan mereka turun drastis. Hal itu terjadi hampir satu tahun lalu semenjak adanya kebocoran tumpahan minyak mentah di Laut Karawang.

Hasil tangkapan nelayan juga dijual dibawah harga karena masih mengandung limbah minyak.

Berdasarkan informasi dari nelayan menyebutkan, hasil tangkapan nelayan di perairan Karawang menurun drastis. Seperti nelayan rajungan paling banyak memperoleh hasil tangkapan sebanyak 6 kilo. Padahal sebelumnya bisa mencapai 20 kilogram. Hal yang sama juga dialami nelayan penangkap udang yang hanya mendapat paling banyak 3 kilogram. Padahal, sebelumnya paling sedikit bisa dapat 10 kilogram.

Baca Juga: Dampak Tragedi Spill Oil Pertamina, Tangkapan Nelayan Menurun

Tarji (60) nelayan rajungan mengaku, hasil tangkapan rajungan mulai menurun sejak terjadi kebocoran minyak Pertamina. Padahal peristiwa kebocoran minyak sudah berlangsung satu tahun lalu. Namun dampaknya hingga kini masih terus dirasakan nelayan. “Yang saya tahu sejak ada kebocoran minyak hasil tangkapan terus menurun.

Padahal sudah satu tahun, kok masih saja sulit mencari rajungan,” kata Tarji.
Hal yang sama juga disampaikan Swardi (30) yang mengaku hanya mendapat uang sedikit dari penjualan rajungan.

Itu karena harga rajungan ikut turun harga karena masih mengandung limbah. “Sebelumnya harga rajungan sekitar Rp 70 Ribu sampai Rp 80 ribu perkilo. Sekarang rajungan cuma dihargai Rp30 ribu perkilonya” kata Swardi.

Nelayan udang juga mengeluh karena harga udang ikut turun dari harga Rp90 ribu hingga Rp100 ribu menjadi Rp70 ribu. Alasannya karena kualitas udang tangkapan nelayan sudah tercemar limbah Pertamina. “Kita juga bingung karena bukan hanya sulit menangkap udang, harganya juga ikut turun.” kata nelayan udang, Khairul.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Karawang, Abu Bukhori mengatakan dia belum bisa memastikan apakah menurunnya tangkapan nelayan Cemarajaya berkaitan dengan bocoran minyak yang terjadi satu tahun lalu. Namun dia membenarkan jika hasik retribusi TPI di Cemarajaya menurun drasti.

“Saya belum tahu hasil tangkapan nelayan turun karena limbah Pertamina. Soalnya limbah Pertamina setahu saya sudah dibersihkan. Tapi nanti kita akan cek kembali.” kata Abu.(aef/vry)