Tangkolak Semakin Diminati Wisatawan

WISATA: Objek Wisata Tangkolak semakin diminati oleh wisatawan, baik local maupun dari luar kota. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

Tangkolak Semakin Diminati Wisatawan-Kendati belum dilaunching oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, tempat wisata Tangkolak sudah diminati oleh ratusan wisatawan setiap akhir pekan.

Selain itu, pihak desa meminta kepada Pemkab Karawang untuk memberikan fasilitas infrastruktur untuk ‘menyulap’ tempat wisata yang dianggap mirip dengan Raja ampat tersebut.
“Wisata Tangkolak itu memang belum diresmikan oleh pemerintah, tapi karena warga antusias jadi setiap akhir pekan sering ramai dikunjungi wisatawan,” ujar Kepala Desa Sukakerta, Bukhori.

Menurut Bukhori, saat ini dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada. Karena kedepannya, disini akan jadi wisata terintegritas, berskala nasional. “Kami sama dengan Disparbud Karawang hingga Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Untuk menyulap Tangkolak, menjadi destinasi wisata nomor wahid di Karawang,” katanya.

Dikatakan terintegritas, karena para wisatawan bisa menikmati banyak hal sekaligus di satu tempat. Dari musium, hutan mangrove, snorkling, hingga kuliner yang lezat.

Sementara itu, Pengelola wisata bahari Tangkolak Tayanto, mengatakan untuk menikmati semua fasilitas yang disediakan pengelola, mulai dari penginapan, alat snorkling, tour guide profesional tersertifikat, hingga makan ikan bakar langsung dari laut, wisatawan tak perlu takut merogoh kocek yang dalam.
“Karena baru dibuka, masih banyak promo untuk para pengunjung yang baru datang. Untuk snorkling saja misalnya, cukup Rp30.000/orang saja,” jelasnya.

Selain berwisata ria, lanjut Tayanto, Tangkolak juga menyajikan museum Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), yang menampilkan beragam benda-benda bersejarah yang diangkat dari dalam laut Cilamaya.

Setiap akhir pekan, Galerui BMKT Tangkolak, tak pernah sepi pengunjung. Selain bagus dijadikan latar belakang untuk berswafoto. Disana banyak nilai edukasi yang bagus untuk anak-anak. “Disana ada barang-barang antik dari kapal VOC dan Tiongkok, yang tenggelam di Cilamaya,” katanya. (use/ded)

BACA JUGA:  Kontrak Habis, Pondok Bali Gratis