Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 di Ciranggon

DIDUGA: Suasana rumah terduga teroris usai dilakukan penggeledahan oleh Tim Densus 88 Antiteror. AEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Densus 88 Antiteror mengamankan seorang terduga teroris di Karawang AM (31) warga Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya. Terduga teroris itu diamankan saat berangkat ke pasar Telagasari untuk berjualan bahan baku olahan bakso ayam.
Orang tua AM, Jamaludin (49) mengungkapkan, anaknya ditangkap petugas berpakaian dengan penutup kepala lengkap, membawa senjata laras panjang saat berangkat ke Pasar Telagasari untuk berjualan sekitar pukul 04.00 WIB.

“Benar (soal penangkapan) adanya penangkapan anak saya. Ditangkap pukul 04.00 pagi kemarin saat berangkat jualan ke pasar,” kata Jamaludin, Selasa (9/6) di rumahnya Kampung Ciranggon II.

Saat mendengar anaknya ditangkap Densus 88 Antiteror, dari kakaknya di pasar Telagasari, tidak berselang lama sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan petugas dengan penutup muka dan membawa senjata lengkap mengepung rumah dan menggeledah kamar anaknya.
“Saya shock, banyak petugas datang dan meminta izin untuk menggeledah kamar anak saya, namun tidak ada barang yang dibawa,” tandasnya.

Hingga saat ini belum diketahui, AM berada dimana dan tidak yakin anaknya yang ini terlibat dalam jaringan teroris apa, karena tidak pernah ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Dia menegaskan, anak tunggalnya tidak pernah terlibat jaringan teroris, karena keseharian hanya berjualan olahan bakso ayam di pasar.

“Saya tidak yakin anaknya terlibat jaringan teroris, karena sepengetahuannya tidak pernah ada orang tidak dikenal datang atau pergi jauh dalam waktu yang lama,” tegasnya.
Selama ini kata, Jamaludin, anaknya hanya beraktivitas jualan di pasar, setelah itu pulang jualan tidak pernah pergi jauh. Hanya setiap malam sering main HP hingga larut malam.
“Aktivitas keseharian anak saya tidak ada yang ganjil apalagi masuk jaringan teroris tidak yakin,” terangnya.

BACA JUGA:  Mandaya Hospital Sosialisasikan Bahaya Penyakit Jantung

Namun, kata dia, petugas menginformasikan bahwa diamankannya AM (anaknya) ada indikasi dari aktivitas postingan AM di sosial media (sosmed), sehingga diamankan petugas Densus 88. “Katanya sih indikasi dari sosmed,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap, kasus yang menimpa AM ini cepat selesai. “Resah saya pak, banyak asumsi-asumsi liar di masyarakat. Padahal belum tentu anak saya ini terlibat dalam jaringan teroris. Semoga cepet selesai aja lah masalah ini,” tutupnya.(aef/vry)