Tiga Emak-emak Terancam Dibui 10 Tahun, Kades Tidak Menyangka Ikut-ikutan Politik

BERI KETERANGAN: Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansah Putra memberikan keterangan terkait kasus ujaran kebencian yang dilakukan tiga Emak-emak. AEP SAEFULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Emak-emak yang menjadi tersangka dalam kasus ujaran kebencian, terancam hukuman 10 tahun penjara. Penyidik Polres Karawang menjerat ketiga tersangka yaitu Citra Widianingsih, Engkay Sugiyanti dan Ika Paranika dijerat dengan pasal alternatif yaitu Pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 a ayat 2, Pasal 14 atau Pasal 15 UITE.

Sebanyak 12 orang saksi dari masyarakat yang mengetahui video ujaran kebencian tersebut, serta tokoh agama sudah diperiksa penyidik. “Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan maraton untuk kelengkapan alat bukti dan pemenuhan unsur pasal pidananya sehingga secepatkan kasus ini dilimpahkan ke kejaksaan untuk dilakukan penuntutan,” kata Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansah Putra, Rabu (27/2).

Kapolres menyebutkan, sebanyak 12 orang saksi sudah diperiksa yaitu dari masyarakat, tokoh agama atau masyarakat yang mengetahui video tersebut termasuk bapak-bapak yang diajak bicara oleh tersangka. “Pemeriksaan masih dalam proses hingga kasus ini kami limpahkan ke kejaksaan,” ujarnya.

Menurut Nuredy dalam hasil pemeriksaan diketahui perbuatan tersangka tidak masuk dalam pidana pemilu, sehingga proses penyidikan terhadap terhadap tersangka dengan pidana umum. Dalam kasus ini Polres Karawang memastikan jika ketiganya merupakan tersangka utama dan tidak ada pihak lain yang tersangkut dalam kasus ini.

“Dari hasil pemeriksaan belum ditemukan petunjuk ada pihak lain yang menyuruh atau apa, mereka melakukan sendiri,” katanya.
Nuredy mengatakan dari hasil pemeriksaan diketahui tersangka merekam video tanggal 8 Februari 2019 dan kemudian diupload tanggak 19 Februari 2019. Video yang diupload ini akhirnya menjadi viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di masyarakat terutama para pendukung calon presiden. Polres Karawang akhirnya menangkap ketiga tersangka setelah video viral tersebut banyak direspon masyarakat.

Ditangkapnya tiga emak-emak oleh polisi berawal dari dari pembuatan vidio yang berada di Dusun Kali Oyod Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru.

Rumah kontrakan yang dihuni oleh Suparjo mendadak viral dan ramai diperbincangkan pasca tersebarnya vidio kampanye hitam yang dilakukan oleh emak-emak dan diunggah ke media sosial melalui akun Citra Wida.

Pada saat didatangi ke lokasi, Suparjo seorang laki-laki paruh baya yang juga ada dalam vidio tersebut menyampaikan, beberapa waktu lalu memang ada tiga orang ibu yang sedang lewat di depan rumahnya. Pada saat itu, secara kebetulan dirinya keluar untuk melaksanakn shalat dzuhur. Kemudian emak-emak tersebut mengajak dirinya untuk mendukung salah satu pasangan capres dengan menjelekan capres no 1.

“Tidak tahu lupa. Pokoknya siang-siang pas saya mau sholat dzuhur. Mereka juga bukan mau ke saya tapi lagi lewat terus saya keluar,” kata bah Ajo panggilan akrabnya.

Sementara, Alih Miharja Kepala Desa Wancimekar, membenarkan kedua orang emak-emak itu memang asli warga desa Wancimekar. Namun ia tidak mengetahui bahwa dua emak-emak tersebut telah melakukan kampanye hitam dengan menjelekan pasangan capres no 1. Dirinya baru mengetahui kabar tersebut setelah banyaknya informasi yang beredar dan video tersebut diperbincangkan.

“Yang dua orang betul asli warga Wancimekar, yang satu orangnya nggak tau orang mana. Bah ajo juga dia warga saya pemilik kontrakan itu. Dulu nya bah ajo pedagang es,” terang Alih.

Alih juga mengatakan, tidak pernah tahu bahwa kedua warganya itu terlibat dalam urusan politik bahkan melakukan kampanye hitam. Karena sepengetahuannya, kedua warganya itu hanya seorang ibu rumah tangga dan hanya sebagai penjual es campur di depan rumahnya.

“Engkay pendidikannya juga paling lulusan SMP setiap hari juga jualan es campur, kalau Ika mungkin SMA dia hanya ibu rumah tangga dan bukan seorang kader dari partai politik. Makanya gak nyangka ikut-ikutan politik,” terangnya.(aef/vry)

Info Grafis

Tersangka
Citra Widianingsih
Engkay Sugiyanti
Ika Paranika

Jeratan
Pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 a ayat 2
Pasal 14 atau Pasal 15 UITE.

Merekam Video 8 Februari 2019
Upload 19 Februari 2019