Unsika Membuka Prodi Hubungan Internasional

Maulana Rifai

KARAWANG – Pada Tahun akademik 2020/2021, Universitas Singaperbangsa Karawang akan membuka Prodi (Jurusan) baru, yaitu Hubungan Internasional. Prodi ini masih berada pada naungan Fisip Unsika dan akan menampung kuota sebanyak 70 Mahasiswa.

Wadek Dua Maulana Rifai, memaparkan bahwa Prodi ini sudah siap 100%, mulai dari SK sampai dosen pengampu mata kuliahnya. Juga siap menerima Mahasiswa Baru untuk angkatan 2020/2021 pada masa penerimaan Mahasiswa Baru.

“Tujuan kami membuka Prodi ini adalah untuk memantapkan lulusan kami, guna menghadapi era globalisasi yang semakin luas,” Ucap Maulana, Senin (20/01).

Diungkapkanya, tak bisa di pungkiri, saat ini memang dengan mudah kita menerima informasi, produk, bahkan sampai tenaga kerja dari luar negeri. Mau tidak mau masyarakat harus siap guna menghadapi itu semua dan jangan sampai kalah saing dengan orang dari luar sana.

“Sekarang kita liat aja, perusahaan atau pabrik-pabrik banyak yang punyanya dari luar sana. Nah kita gamau kalah saing sama mereka-mereka, makanya kita keluarkan prodi baru mempersiapkan itu semua,” lanjut Maulana.

Menurutnya, jurusan HI memang terkesan menjadi jurusan yang multi discipline. Kita akan mempelajari bisnis sampai dengan sejarah. Pembelajaran di kelas akan banyak berkutat pada penjelasan dari dosen dan praktik diplomasi dengan kasus-kasus Internasional yang sedang terjadi.

Dengan kata lain, HI mempelajari interaksi negara, swasta, lembaga antar pemerintah dan non-pemerintah dalam konteks global. Jadi tidak heran, kemampuan berfikir kritis dan anilistis kita akan diasah bersamaan dengan kemampuan menyampaikan sebuah argumen.

Prodi ini membuka tiga jalur pendaftaran, mulai dari jalur SNMPT, SBMPTN dan jalur Mandiri. Masing-masing memiliki kuota yang apabila dikalkulasikan totalnya hanya menampung 70 Mahasiwa.

“Untuk yang ingin mendaftar, persiapkan diri kalian dari sekarang. Karena kami akan mencari yang terbaik dan siap untuk menjadi Mahasiwa Baru Prodi Hubungan Internasional Unsika,” Pungkasnya. (zan/ded)