Viral Video Terusan Jembatan Sirnaruju Buntu, PUPR: Titik Awal Jalur Lingkar Jayanti-Curug Bandung

“Untuk anggaran pembangunan jembatan menghabiskan Rp3,6 milliar, itupun 2 tahap pekerjaan, kalau badan jembatannya selesai pada tahun 2017 dan aksesnya (oprit dan TPT) selesai di tahun 2019, ” jelasnya

Menurut Wahyu, sebenarnya pembangunan Jembatan Sirnaruju yang telah selesai dibangun itu, untuk jangka panjang, bukan berarti membangun sesuatu tidak terkonsep. Sudah terencana dalam DED Jalan Lingkar Jayanti – Curug Bandung.

“Sebenarnya pembangunan jembatan itu bagian rencana jangka panjang, kita tidak mungkin membangun sesuatu tidak terkonsep atau terencana. Tetapi terkadang, konsep kita terbentur dengan adanya perubahan arah kebijakan atau perubahan anggaran. Setiap pelaksanaan suatu kegiatan pastinya ada rencana kerja tiap tahun anggarannya,” katanya.

Selain untuk suatu pembangunan tidak serta merta ada di satu bidang tetapi bertahap dan berkelanjutan atau berkesinambungan dan bersinergi, Misalnya, tahun ini dibangun jembatan dulu, selanjutnya pembangunan jalan, kemudian Disparbud. Jadi semuanya bersinergi secara bertahap, selain antar bidang, antar SKPD/ OPD-pun harus saling berkesimbungan sesuai yang telah direncanakan di awal.

Wahyu juga mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di ujung jalur selanjutnya, memang ada lahan yang dimiliki Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karawang. “Kalau informasi di ujung selanjutnya ada lahan milik Pemkab Karawang yaitu Disparbud, yang nantinya juga sebagai bagian fasilitas penunjang wisata Curug Bandung. Jadi, ini jelas Jembatan Sirnaruju sebagai penunjang wisata ke Curug Bandung. Kami menyampaikan permohonan maaf mungkin ini terjadi karena kurangnya sosialisasi atau penyampaian atas rencana program pembangunan jalan lingkar ini,” katanya.(use/vry)