Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari, Minta Evaluasi Realisasi Perda DTA

PEMBUKAAN: Jimmy, saat menghadiri kegiatan masa ta'aruf siswa baru Sekolah Islam Terpadu AMSAR, di Peruma Eka Mas Kotabaru, Kamis (11/7). USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mengevaluasi total realisasi Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang DTA (Diniyah, Takmiliyah, Awaliyah).

Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi Komisi IV DPRD Karawang, setiap tahunnya peserta didik (siswa) yang memiliki ijazah DTA tidak kurang lebih dari 30%. Padahal dalam Perda disebutkan, jika syarat siswa masuk SMP dan sederajatnya harus memiliki ijazah DTA.

“Perda DTA itu wajib dilaksanakan, kalau Perda itu tidak dilaksanakan ya sudah tidak usah dibuat Perda, ngapain cape-cape. Lagian Perda DTA itu maksudnya adalah untuk melahirkan generasi-generasi bangsa kita yang bukan hanya pintar urusan pendidikan umum, tetapi pendidikan agama jauh di atas segala-galanya,” ujar pria yang akrab disapa Jimmy, saat hadir di kegiatan masa ta’aruf siswa baru Sekolah Islam Terpadu AMSAR, di Peruma Eka Mas Kotabaru, Kamis (11/7).

Menurutnya, kalau saja Perda DTA masih juga tidak bisa direalisasikan, maka seharusnya Perda tersebut segera dicabut kembali. Namun demikian, Kang Jimmy mempertegas tentang siapa yang akan bertanggungjawab di kemudian hari jika generasi penerus bangsa Karawang tidak bisa baca’an solat dan baca tulis Al-qu’an.