Warga Tagih Rp 150 Ribu Per Hari ke Pertamina

USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES MEDIASI: Warga dari lima desa terdampak tumpahan minyak Pertamina mengeluh kepada Sekda Karawang.

KARAWANG-Puluhan warga dari lima desa yang terdampak tumpahan minyak Pertamina mengeluh kepada Sekda Karawang. Pasalnya, warga menilai PT Pertamina telah memberikan harapan palsu. Sebab janji yang dilontarkan oleh pihak Pertamina yang tak kunjung direalisasikan.

Salah seorang warga terdampak, Warsad mengaku, belum menerima ganti rugi atas tumpahan minyak Pertamina. “Janji hanya sekedar janji yang tak kunjung terealisasi,” ujar Warsad dihadapan Sekda Karawang, Acep Jamhuri.

Menururnya, para nelayan yang terdampak penghasilannya menurun sampai dengan 70 persen, dimulai dari bulan Juni sampai dengan September, yang meliputi keseluruhan nelayan yang ada di Lima Desa. “Penghasilan para nelayan dari kelima desa menurun sampai dengan 70 persen yang meliputi 5 desa yang terdampak,” ungkapnya.

Menurut Warsad, Pertamina menjanjikan ganti rugi terhadap pihak nelayan Rp150.000 per hari x 4 bulan, namun hal itu baru dibayar dana pertama (DP) sekitar Rp1.800.000. Adapun tuntutan para nelayan yang terdampak tumpahan minyak terhadap, pihak Pertamina ada tiga point yaitu pembayaran konvensasi agar dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan. “Besaran konvensasi yang harus dibayar terhadap warga sebesar Rp150.000 perhari dikalikan 4 bulan yaitu pada bulan Juni, Juli, Agustus, dan September,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Warsad, nelayan menginginkan agar konvensasi yang harus dibayarkan agar dilakukan secepatnya. “Kami ingin dibayar secepatnya,” katanya