Kontraksi Ekonomi Jabar Minus 5,98 Persen

BANDUNG – Pemulihan ekonomi Jawa Barat akan dilakukan secara komprehensif, terukur, inovatif, dan kolaboratif.

Melalui upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tingkat Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut, pengendalian Covid-19 akan berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi.

“Sebab, perekonomian Jabar terpukul telak. Hal itu tampak dari kontraksi ekonomi Jabar yang mencapai minus 5,98 persen,” ujar Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2020).

Dalam program pemulihan ekonomi, Emil akan menyusun peta jalan yang dibagi dalam tiga rencana aksi, yakni penyelamatan (rescue), pemulihan (recovery), dan penormalan (normalization).

“Tahap penyelamatan berfokus pada tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan menghidupkan kembali UMKM yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Menurut Emil, menggerakkan produksi UMKM yang terhambat atau terhenti karena pandemi dapat membuat perekonomian Jabar kembali bergairah.

“Untuk pengembangan UMKM tahun 2021 dialokasikan Rp163,6 miliar, termasuk untuk 500 wirausaha baru, pengembangan 492 koperasi, serta UMKM naik kelas berbasis digital 3.500 orang. UMKM juga didorong masuk dalam ekosistem digital,” tutupnya.(rls)