Pemulihan Ekonomi di Jabar Butuh Kolaborasi dengan Formulasi Tepat

BANDUNG – Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Jabar, Jajat Priata mengatakan, dunia usaha di Jabar dan juga nasional sedang terguncang parah akibat pandemi COVID-19.

Menurutnya, beberapa sektor seperti produksi menjadi macet, tenaga kerja banyak di PHK, pengangguran bertambah, perekonomian terpuruk. Sehingga, perlu ada penyelamatan bagi dunia usaha.

’’Ini dilakukan agar mereka bisa kembali berproduksi,” ucap Jajat saat rapat pleno melalui webinar, Selasa (4/8).

Menurutnya, guna menyelamatan dunia usaha yang terpuruk akibat pandemi COVID-19 memerlukan intervensi pemerintah, baik dari sisi pembiayaan, kebijakan, dan pemasaran.

“Untuk bisa recovery, maka produksi harus digenjot, daya beli masyarakat harus ditingkatkan, dan keuangan perusahaan harus pulih. Itu semua perlu intervensi pemerintah,” hematnya.

Dikatakannya, usulan intervensi pemerintah ini ada yang sudah dipenuhi dan banyak juga yang belum. Ia berharap rekomendasi yang dibuat oleh tim satgas akan bisa terlaksana, sehingga dunia usaha bisa memenuhi kebutuhannya dan ekonomi segera pulih.

“Ada sebelas kelompok kerja dalam Satgas Pemulihan Ekonomi ini dan semua telah membuat rekomendasi. Semoga bisa diaplikasikan,” katanya.

Jajat melihat Satgas Pemulihan Ekonomi berperan penting dalam penyelamatan, pemulihan, dan penormalan dunia usaha. Sebab, dalam satgas tersebut, terdapat para praktisi dunia usaha, akademisi, dan birokrasi.

“Dengan adanya ketiga komponen ini, halangan dalam penyelamatan dunia usaha akan bisa segera dicari solusinya,” jelasnya.

Pembina Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi, Sarwono Kusumaatmaja, menilai bahwa krisis yang diakibatkan pandemi COVID-19 harus dijadikan peluang untuk memperbaiki perekonomian masyarakat.

“Mari jadikan krisis ini sebagai peluang. Syaratnya harus ada kolaborasi, keteladanan, empati, dan kecepatan,” pandangnya.

Kendati demikian, dirinya meminta supaya anggota satgas melakukan penajaman terhadap program-program yang akan direkomendasikan kepada gubernur.

“Mari kita jadikan krisis ini sebagai peluang. Peluang untuk membenahi dunia usaha dan berinovasi. Ini semua bisa terlaksana dengan baik bila ada kepercayaan antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha,” harapnya.

“Juga kolaborasi dan keteladanan dari kita semua. Mari tumbuhkan empati kita pada masyarakat yang tengah mengalami kesusahan akibat pandemi ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Satgas, Setiawan Wangsaatmaja menilai masukan dari para pembina akan dijadikan catatam penting. Dirinya pun mengajak untuk bersemangat dalam memulihkan ekonomi di Jabar.

“Mari kita jadikan krisis sebagai peluang untuk pemulihan ekonomi. Caranya dengan melakukan percepatan dalam penyelamatan, pemulihan, dan penormalan dunia usaha dengan menumbuhkan kepercayaan masyarakat, kolaborasi semua pemangku kepentingan, dan keteladanan,” kata Setiawan.

Selain itu, kata Setiawan, program yang dibuat harus fokus pada masalah dengan menetapkan skala prioritas, realistis dan bisa dilaksanakan, serta marketable kepada lembaga keuangan dan investor.

“Kita masih perlu melakukan penyempurnaan, penajaman, dan menetapkan skala prioritas,” pungkasnya. (rls)