PPKM Darurat Jawa-Bali, Ini Daftarnya

PPKM Darurat Jawa-Bali, Ini Daftarnya
PPKM Darurat Jawa-Bali, Ini Daftarnya

PPKM Darurat Jawa-Bali, Pemerintah akhirnya menetapkan kebijakan tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kebijakan tersebut berlaku mulai dari 3 – 20 Juli 2021.

PPKM Darurat Jawa-Bali, Menurut Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar, sebagai pemegang tongkat komando, salah satu kebijakan PPKM daruratyaitu dengan menutup sementara akses rumah ibadah.

“Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara,” jelas Luhut pada siaran pers daring yang dibacakan, Kamis (1/7/2021).

Selain rumah ibadah, area publik pun diterapkan PPKM Darurat

“Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara,” jelas Luhut.

Seperti dilansir dari liputan6, berikut daftar 48 dan 74 Kota / Kabupaten yang menerapkan PPKM Darurat Level 4 dan level 3

Daftar 48 Kabupaten/Kota PPKM Darurat Jawa-Bali 03 Juli – 20 Juli 2021

PPKM Darurat Jawa-Bali, Ini Daftarnya
PPKM Darurat Jawa-Bali, Ini Daftarnya

 48 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasi pandemi level 4:

Banten:

Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kota Serang

Jawa Barat:

Purwakarta, Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Banjar, Kota Bandung, Karawang, Bekasi

DKI Jakarta:

Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu

Jawa Tengah:

Sukoharjo, Rembang, Pati, Kudus, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Magelang, Klaten, Kebumen, Grobogan, Banyumas

DI Yogyakarta:

Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul

Jawa Timur:

Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu

Rinciannya 74 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasipandemi level 3:

PPKM Darurat Jawa-Bali, Ini Daftarnya
PPKM Darurat Jawa-Bali, Ini Daftarnya

Banten:

Tangerang, Serang, Lebak, Kota Cilegon

Jawa Barat:

Sumedang, Sukabumi, Subang, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Garut, Cirebon, Cianjur, Ciamis, Bogor, Bandung Barat, Bandung

Jawa Tengah:

Wonosobo, Wonogiri, Temanggung, Tegal, Sragen, Semarang, Purworejo, Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Magelang, Kota Pekalongan, Kendal, Karanganyar, Jepara, Demak, Cilacap, Brebes, Boyolali, Blora, Batang, Banjarnegara

DI Yogyakarta:

Kulon Progo, Gunungkidul

Jawa Timur:

Tuban, Trenggalek, Situbondo, Sampang, Ponorogo, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Magetan, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, Banyuwangi, Bangkalan

Bali:

Kota Denpasar, Jembrana, Buleleng, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli

Kebijakan PPKM Darurat ini ditetapkan sepanjang Pulau Jawa dan Bali. Terbagi atas 48 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasi pandemi level 4 dan 74 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasi pandemi level 3 di Pulau Jawa dan Bali.

Dilansir dari Solopos, Bahwa daerah yang termasuk kategori situasi pandemi Level 4 dan 3 akan dikenai aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dengan berbagai ketentuan, yaitu:

  • 10% work from home untuk sektor nonesensial.
  • Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring.
  • Untuk sektor esensial  50% maksimum staf Work from Office (WFO) dengan protokol kesehatan,
  • Sektor kritikal boleh 100% maksimum staf WFO dengan protokol kesehatan.
  • Sektor esensial ini meliputi: Keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor.

(Re/Jni)