PSTI UPI Jawab Tantangan Era Society 5.0

SEMINAR NASIONAL: Proses seminar nasional yang digelar secara daring dari UPI Kampus Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta, khususnya Program Studi Pendidikan Sistem Teknologi dan Informasi (Prodi PSTI), siap menjawab tantangan Era Society 5.0 dengan meningkatkankan sistem dan teknologi informasi untuk kesejahteraan masyarakat.

Satu di antaranya dengan menggelar seminar nasional secara daring dengan tema Entering 5.0 Era: Information System and Technology Enhancement for Society Well-Being, dari Kampus UPI Purwakarta, Senin (7/12).

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Direktur UPI Kampus Purwakarta Dr Idat Muqodas M.Pd ini menghadirkan dua pembicara utama. Yang pertama adalah Prof Dr Ir Siti Nurmaini MT, Guru Besar Universitas Sriwijaya dengan presentasinya terkait kecerdasan buatan di dunia kesehatan. Adapun pembicara kedua adalah Ahmad Wisnu Mulyadi S.Pd, MT dari Machine Intelligence Lab Korea University.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional Rizki Hikmawan menyebutkan, seminar ini menjadi wadah bagi mahasiswa Prodi PSTI UPI Kampus Purwakarta untuk menuangkan ide atau gagasannya dalam menjawab tantangan Era Society 5.0 untuk kesejahteraan masyarakat.

“Mahasiswa dan peserta seminar daring lainnya tak hanya menjadi partisipan tapi juga presenter yang akan mempresentasikan makalahnya,” kata Rizki.

Tercatat, kata Rizki, ada 81 mahasiswa PSTI yang berkesempatan mempresentasikan makalahnya itu. Di mana, ke-81 mahasiswa ini sebelumnya dinyatakan lolos seleksi untuk menjadi presenter. “Tema makalah yang akan dipresentasikan sangat menarik dan sesuai dengan kondisi terkini di masyarakat,” ucap Rizki.

Di antaranya, lanjut Rizki, adalah makalah tentang aplikasi Gercep. Sesuai namanya, aplikasi ini dapat menghimpun berbagai informasi langsung dari link pemerintah terkait program bantuan untuk masyarakat.

“Jadi ketika pemerintan memiliki program bantuan dan diinformasikan melalui website resminya, langsung diteruskan oleh aplikasi Gercep. Sehingga, siapapun yang memiliki aplikasi Gercep ini menjadi yang pertama yang mengetahui informasi tersebut,” kata Rizki.

Selain itu, sambungnya, adapula aplikasi Pemilon singkatan dari Pemilu Online. “Nah ini sangat aplikatif dan sesuai dengan kondisi saat ini. Secara garis besar Pemilon ini mendukung proses pemilihan umum secara online. Mulai dari profil para calon, daftar pemilih, hingga quick count. Bahkan ada fitur yang dapat mengetahui jika perhitungan suara dimanipulasi,” ujarnya.

Baik Gercep, Pemilon maupun ratusan makalah lainnya memang baru berupa teori atau prototipe aplikasi. “Meski begitu ketika dipresentasikan dan mendapatkan penilaian baik, makalah tersebut bisa diajukan ke Dikti untuk dibiayai pengembangannya. Sehingga sangat mungkin diwujudkan,” ucapnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa PSTI UPI Kampus Purwakarta Louis Aprilia Pratama mendukung penuh kebijakan kampus menggelar seminar nasional tersebut. “Ini menjadi wadah bagi kami menuangkan ide dan kreativitas. Kami berharap ini menjadi agenda tahunan,” ujarnya.

Terlebih, kata Louis, seminar nasional ini dapat meningkatkan kapasitas PSTI, termasuk membangun citra prodi lebih luas, serta meningkatkan potensi mahasiswa sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Jadi harapannya bisa terpenuhi, yaitu memaksimalkan potensi dan kompetensi mahasiswa dalam membuat kecerdasan buatan guna membantu dan menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.(add/ysp)