1.400 Personel TNI-Polri Digeser ke TPS

CEK PASUKAN: Kapolres Purwakarta AKBP Matrius didampingi Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh Yogi Nugroho dan Sekda Purwakarta Iyus Permana saat melakukan cek pasukan Apel Geser Pasukan di Lapangan Patria Tama Mapolres Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Kapolres: Gebuk Pengganggu Keamanan Pemilu

PURWAKARTA-Polres Purwakarta beserta Kodim 0619/Purwakarta siap mengerahkan kekuatan penuh, guna mengamankan jalannya peserta demokrasi Pemilu 2019 yang akan digelar serentak pada 17 April 2019 mendatang.

“Untuk pengamanan Pemilu ini, kami mengerahkan 1.400 pasukan yang terdiri dari 1.100 personel Polri dan 300 personel TNI,” ujar Kapolres Purwakarta AKBP Matrius usai Apel Geser Pasukan di Lapangan Patria Tama, Mapolres Purwakarta, Senin (15/4).

Saat ini, sambungnya, seluruh pasukan ini telah bergeser ke TPS yang tersebar di wilayah hukum Polres Purwakarta. Ada pun komposisinya, kata dia, dua anggota keamanan mengoordinasikan tujuh TPS. “Nantinya petugas tersebut akan mobile ke TPS-TPS yang dikoordinirnya,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, dalam pengamanan kali ini jajarannya membekali para personelnya dengan pentungan yang terbuat dari rotan. Pihaknya, juga mengintruksikan para anggota pengamanan Pemilu 2019 ini untuk tak ragu menggebuk pengganggu keamanan selama pesta demokrasi berlangsung.

Bahkan, kata Matrius, bila perlu dilumpuhkan dengan senjata api apabila pengganggu keamanan itu mengancam keselamatan anggota keamanan atau masyarakat.

“Rotan atau perlengkapan yang dibawa bukan untuk menggebuk kepala sendiri. Melainkan untuk melumpuhkan para pengganggu keamanan yang mengancam keselamatan anggota keamanan atau masyarakat,” kayanya.

Selain itu, pihaknya juga menekankan, setiap anggotanya di lapangan untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara pemilu dan tidak diperkenankan untuk lepas piket dan meninggalkan pos keamanannya.

“Sehingga pelaksanaan pemungutan suara pada 17 April 2019 bisa berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ucapnya.(add/vry)

BACA JUGA:  Sidang Rekapitulasi Dijaga Ketat