20 Perajin Gerabah Jepara Belajar Buat Keramik Plered

STUDY BANDING: Sejumlah pengrajin Gerabah asal Jepara dan Cirebon, saat mengunjungi Litbang Keramik Plered Kabupaten Purwakarta, kemarin (28/11). DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sedikitnya 20 perajin gerabah,asal Kabupaten Jepara-Jawa Tengah, melakukan study banding ke Litbang Kramik Plered Purwakarta,pada Rabu (28/11) kemarin. Dua puluh pengrajin itu dikoordinir oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jepara,dan akan berada di Plered selama satu hari.

Kepala Seksi Ilmiah Industri Logam Energi dan Aneka Dinas Koperasi dan UKM Jepara Hidayat, kepada Pasundan Ekspres menyebut, dipilihnya Litbang Kramik Plered Kabupaten Purwakarta, atas pertimbangan yang matang, karena selama ini, Keramik Plered sudah mampu masuk Pasar eksport.

“Kita mau belajar banyak seputar teknologi terbarukan yang telah dicapai Litbang Keramik Plered, sehingga mampu menerobos pasar eksport,” kata Hidayat.

Sementara itu rekam jejak produksi keramik Plered, yang sudah berjalan sejak puluhan tahun silam, dan menjadi produksi andalan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Purwakarta,juga menjadi pertimbangan Pemkab Jepara.

“Intinya kita ingin belajar banyak, soal aneka produk keramik dan kelebihan yang telah dicapai Litbang Keramik Plered,” tukas Hidayat

Selain,rombongan pengrajin Gerabah dari Kabupaten Jepara, di saat yang bersamaan datang pula. tim survey dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, dipimpin Kabid UKM Maharto.

Rombongan tamu asal Kabupaten Cirebon juga berniat mempelajari seputar keberhasilan dan capaian Litbang Kramik Plered, dalam meraih pangsa pasar eksport.

Hali itu seperti disebutkan Maharto Kabid UKM melalui stafnya Nova Nurmaya.

“Hari ini, kita datang di sini untuk melakukan survey lapangan. Terkait dengan rencana magang para pengrajin keramik asal Kabupaten Cirebon, di Litbang Keramik Plered,” terang Nova Nurmaya.

Nantinya, kata Nova, para pengrajin dan calon intrusktur Keramik asal Kabupaten Cirebon, akan mempelajari banyak hal, mengenai proses pengolahan dan pembuatan kramik yang bermutu dan berkualitas internasional.

Sementara itu, Ka UPTD Litbang Kramik Plered Bambang Megawahyu,terlihat sibuk saat menerima tamu dari dua Kabupaten tersebut, sehingga tidak sempat memberikan keterangan dan tanggapannya.(dyt/dan)