24 Mojang Jajaka 2018 Mandi Lumpur

MANDI LUMPUR: 24 Mojang Jajaka 2018, saat mengikuti pembinaan out door. Mereka ikut hidup bersama warga desa dan alam sekitar Kp. Tajur Desa Pasanggrahan Kecamatan Bojong. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sebanyak 24 peserta, Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Purwakarta tahun 2018,mengikuti pembinaan out door yang digelar di Kampung Tajur,Desa Pasanggrahan,Kecamatan Bojong Purwakarta, pada Sabtu hingga minggu (1-2/12) kemarin.

Kepala Seksi Promosi Budaya dan Wisata Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata, Pemkab Purwakarta Acep Yulimulya,kepada Pasundan Ekspres yang dihubungi via telpon selulernya menyebutkan, ke 24 peserta Moka Purwakarta tahun 2018 ini merupakan hasil seleksi dari 105 pendaftar yang berhasil lolos.

“Ke 24 Moka ini,merupakan hasil seleksi dari 105 peserta yang mendaftarkan diri sebelumnya,” terang Acep Yulimulya.

Disebutkan Acep, saat ini ke 24 peserta Moka Purwakarta 2018, sedang mengikuti pembinaan out door di salah satu destinasi wisata Budaya di Kp.Tajur Desa Pasanggrahan yang berada di Gunung Burangrang.

“Sebagaimana kita tahu, Kp.Tajur merupakan kampung wisata budaya, di mana tempat ini, tradisi warganya masih kental dipelihara,dari mulai rumah adat sunda,tradisi bertani,dan kehidupan tradisional keseharianya masih tetap dipertahankan,” papar Acep Yulimulya.

Dikampung ini,semua peserta Moka,akan menyatu dengan penduduk asli Kp.Tajur,termasuk dalam giat keseharian warga,dari mulai bercocok tanam padi,budidaya ikan air tawar,dan tatacara masak dengan alat tradisional,dengan bahan bakar kayu bakar.

Untuk keleluasaan selama pembinaan out door,semua peserta juga menginap semalam di Kp.Tajur,dan menyatu dengan keluarga warga yang berada di perkampungan berhawa sejuk.

Selama dalam binaan,sejumlah mentor,dari Disporabudpar ditugaskan untuk melakukan pendampingan dan arahan,serta memastikan semua berjalan dengan baik sesuai jadwal.

Menyinggung mengenai, kotornya baju baju peserta Moka yang bermandi lumpur Acep Yulimulya, tak merinci lebih jauh.

“Ini sifatnya pembinaan out door,jadi yang namanya menyatu dengan alam dan kehidupan warga, termasuk bertani,cipratan lumpur bagi yang belum terbiasa turun kesawah seperti peserta merupakan hal wajar,ntar juga cantik lagi,dan ganteng lagi,saat masuki sesie City Tour yang akan digelar pasca pembinaan out door,” kata Acep Yulimulya.(dyt/dan)