5.000 Santri Al-Muhajirin Makmurkan Masjid

DILEPAS: Sebanyak 5.000 santri Al-Muhajirin mengikuti prosesi pelepasan Gerakan Cinta Masjid (GCM) yang digelar dalam rangka Milad dan Haul ke-26 Al-Muhajirin, Kamis (31/1). ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sedikitnya 5.000 santri Al-Muhajirin dari tingkat PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, hingga tingkat Sekolah Tinggi ikut serta menyukseskan Gerakan Cinta Masjid (GCM) yang digelar dalam rangka Milad dan Haul ke-26 Al-Muhajirin.

Kamis (31/1), bertempat di Lapangan Rumah Susun Mahasiswa Al-Muhajirin Kampus I, ribuan santri tersebut berkumpul mengikuti prosesi pelepasan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Purwakarta Drs H Tedi Ahmad Junaedi M.Si didampingi Kepala Sekolah SMA/MA H R Marpu Muhidin Ilyas MA.

Ribuan santri tersebut dilepas dan disebar ke 157 masjid yang berada di 6 kabupaten, yakni Purwakarta, Subang, Karawang, Bekasi, Bandung dan Bandung Barat.

“Alhamdulillah, setiap tahun kami bisa menggelar GCM setiap menjelang milad dan haul Al-Muhajirin. Secara keseluruhan jumlah masjid yang kami tuju ada 157, sesuai dengan jumlah keseluruhan kelas yang ada di Al-Muhajirin,” kata Marpu kepada koran ini saat ditemui di sela kegiatan.

Dijelaskannya, ada tiga kegiatan utama GCM. “Ketiganya adalah BBM atau Bersih-bersih Masjid, SIM atau
Semarak Ibadah di Masjid, dan Siwak-Mas yang merupakan kependekan dari Sedekah, Infak, Wakaf Masjid,” ujarnya.

Marpu mengingatkan pentingnya membangun rasa cinta terhadap masjid sejak dini. “Salah satu riwayat menceritakan Rasulullah Saw pada saat mengimami salat pernah sujud dalam waktu lama. Ternyata disebabkan cucunya yang bernama Umamah naik ke pundaknya. Sehingga Rasulullah menunggu Umamah turun dari pundaknya,” katanya.

Kisah tersebut, kata Marpu, membuktikan jika Rasullullah Saw mengajak cucunya ke masjid dan mengenalkan masjid sejak dini. “Syekh Nawawi al-Bantani menyebutkan Iman itu ada 77 cabang, di mana cabang ke-10 adalah mengagungkan tanda-tanda atau simbol-simbol agama Allah, di antaranya memperindah masjid,” ujarnya.

Marpu juga berharap, GCM sebagai bukti keimanan dan kecintaan para santri kepada Islam. “Mudah-mudahan GCM juga bisa menjadi pintu gerbang ilmu dan kecerdasan bagi para santri Al-Muhajirin,” ucapnya.

BACA JUGA:  11 Pelaku Terjerat Kasus Narkoba

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Purwakarta Drs H Tedi Ahmad Junaedi M.Si mengapresiasi GCM yang diinisiasi Al-Muhajirin. “Keutamaan ikut serta membangun masjid di dunia maka Allah akan membangunkannya rumah di surga,” katanya.

Membangun di sini, sambungnya, tidak hanya berupa fisik tapi juga mental. “GCM ini tak hanya sekadar membersihkan fisik masjid, tapi juga ada syiarnya, menumbuhkan semangat salat berjemaah di masjid. Inisiatif ini sangat baik dan dapat menginspirasi,” ujarnya.(add/ded)