80 Anggota Linmas Dilatih Teknik Mitigasi, Tanggulangi Bencana Sejak Dini

LATIHAN MITIGASI: Sekitar 80 orang perwakilan dari desa seKecamatan Bojong, mengikuti Pelatihan Teknik Mitigasi, yang direkrut Disdamkar PB. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sebanyak 80 personil yang berasal dari warga dan anggota Linmas, dari 14 Desa di Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, mengikuti pembekalan dan pelatihan Teknik Mitigasi(Pencegahan) penanggulangan bencana tanah longsor,dan pergerakan tanah.

Pelatihan di bimbing langsung jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Disdamkar PB) Pemkab Purwakarta, yang diketuai Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Indra Wijayakusuma.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana H.Wiebiesana, yang dikonfirmasi terkait giat tersebut, kemarin (13/12) siang, menyatakan,
80 personil mitigasi ini, diberikan pembekalan dan pelatihan teknik pencegahan,bencana longsor dan pergerakan tanah.

“Tim ini diharapkan,mampu bertindak secara dini, bila terjadi longsor atau pergerakan tanah, didesa asal mereka,” terang H. Wiebiesana.

Teknik yang ditekankan pada setiap personil, nantinya diharapkan menggugah kepedulian kesadaran masyarakat tinggi, serta mampu menginventarisir zona bahaya bencana di wilayah desa masing masing.

“Sehingga kejadian fatal,seperti yang terjadi dua pekan lalu,didesa Salam Jaya Kecamatan Pondoksalam, terjadinya tanah longsor bisa antisipasi/dicegah sedini mungkin,” tukasnya.

Dipilihnya anggota Linmas seKecamatan Bojong, untuk diberikan pembekalan dan pelatihan mitigasi, didasarkan atas pertimbangan topogrfi wilayah Bojong yang sangat rentan, terhadap pergerakan tanah/lomgsor. Mengingat tiga bulan kedepan,dari mulai Januari- hingga Maret 2019, intensitas curah hujan diprediski masih tetap tinggi. Hal itu dibenarkan Camat Bojong Wawan Darmawan.

“Kecamatan Bojong dipilih lebih dulu, karena wilayahnya ada di ketinggian Gunung Burangrang. Tapi meski begitu jika sudah terlatih, tim mitigasi ini juga diharapkan mampu menularkan ilmunya/pengetahuannya kepada warga lain, minimal didesa tempat tinggalnya,” tutur Wawan Darmawan.(dyt/dan)