Al-Muhajirin Rilis 6 Kitab Kuning, Susun 60 Pupujian Sunda

SERAHKAN PUPUJIAN: Ketua Yayasan Al-Muhajirin DR Hj Ifa Faiza Rahmah M.Pd saat menyerahkan buku 60 Pupujian Sunda kepada Bupati Purwakarta Hj Anne Ratna Mustika SE. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta merilis enam Kitab Kuning berupa Kitab Tijan sebanyak tiga jilid dan Kitab Safinah juga sebanyak tiga jilid. Di mana jilid I diperuntukkan bagi kelas 4 SD, Jilid II untuk kelas 5 SD, dan jilid III untuk kelas 6 SD.

Kepala Divisi Humas dan Kerjasama Al-Muhajirin H Deden Saepudin M.Hum mengatakan, peluncuran keenam buku tersebut bertepatan dengan milad ke-65 Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin DR KH Abun Bunyamin MA.

“Alhamdulillah, keenam buku tersebut sebagai kado istimewa untuk pimpinan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Keenam buku ini disusun oleh Direktorat Penjaminan Mutu Pendidikan Yayasan Al-Muhajirin,” kata Deden kepada Pasundan Ekspres saat ditemui di Al-Muhajirin, Senin (14/9).

Dijelaskannya, baik Kitab Tijan maupun Kitab Safinah menjadi kitab dasar yang wajib dipelajari oleh seluruh santri Al-Muhajirin. “Dengan mempelajari kedua kitab tersebut, sama dengan mempelajari ilmu agama langsung dari ahlinya,” ujar Deden.

Dijelaskan Deden, mempelajari Kitab Kuning akan sangat berbeda dengan mempelajari buku paket pendidikan agama Islam. “Pasalnya, Kitab Kuning ini ditulis orang yang expert (pakar) dalam disiplin ilmunya,” ucap Deden.

Terlebih, sambungnya, mempelajari Kitab Kuning juga berarti mempelajari ilmu agama dengan jalur sanad yang tersambung kepada para ulama sampai kepada pengarang kitab hingga berujung kepada Rasulullah SAW.

“Adapun Kitab Kuning Tijan dan Safinah ini disusun oleh alumni STAI Al-Muhajirin Ikin Sodikin S.Ud M.Hum. Dan telah dibahas langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Dr H Purwanto M.Pd untuk digunakan sebagai referensi di seluruh SD negeri,” ujar Deden.

Tak hanya Kitab Kuning, Ponpes Al-Muhajirin juga melaunching buku kumpulan 60 Pupujian Sunda. Ini sesuai arahan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin DR KH Abun Bunyamin MA untuk menjaga khazanah kearifan lokal Islam Nusantara.

“Pupujian atau nadzaman adalah warisan dari para Wali Songo penyebar Islam di Nusantara. Biasa dilantunkan di masjid sambil menunggu waktu salat,” ujarnya.

Yang istimewa, buku pupujian ini dilengkapi dengan barcode, sehingga memudahkan para pembaca untuk mempelajari nadzaman yang berada pada buku tersebut.

“Pembaca cukup mengunduh aplikasi QR & Barcode Scanner di Playstore. Kemudian scan barcode yang ada di pinggir teks nadzaman tersebut maka akan muncul link. Klik link tersebut dan langsung terhubung ke channel YouTube Al-Muhajirin TV untuk mendengarkan lantunan nadzaman tersebut,” ucapnya.(add/ysp)