Awal Gelisah saat Akan Dikhitan, Ceria setelah dapat Bingkisan

DIKHITAN: Sebanyak 70 anak ikut khitanan massal Al-Muhajirin. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Euforia peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-93 dan Milad Al-Muhajirin ke-26, yang digelar di Al-Muhajirin Kampus II akhir pekan lalu, menyisakan kesan luar biasa bagi para santri dan masyarakat umum yang turut memeriahkannya.
Tak terkecuali bagi 70 anak yang menjadi peserta khitanan massal yang juga digelar saat puncak peringatan yang dihadiri Calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin itu.

“Alhamdulillah, meskipun banyak yang tidak mengetahui kegiatan tersebut, namun tak mengurangi kebahagiaan para orang tua yang anaknya dikhitan,” kata Ketua Panitia Khitanan Massal Al-Muhajirin Heru Rojikin kepada koran ini saat ditemui di Sekretariat Al-Muhajirin, Jumat (22/2).

Dirinya bersyukur, jika dibandingkan dengan kegiatan yang sama tahun sebelumnya, maka khitanan massal tahun ini terbilang lebih sukses.

“Dari jumlah peserta misalnya, tahun lalu yang ikut hanya 40 anak, namun tahun ini mencapai 70 anak yang berasal dari berbagai wilayah di Purwakarta,” ujarnya.

Untuk setiap peserta khitan, sambungnya, Al-Muhajirin sudah menyiapkan berbagai bingkisan menarik. “Awalnya saat hendak dikhitan, anak-anak tampak gelisah, ketakutan, hingga menangis. Namun setelah dikhitan dan mendapatkan bingkisan, langsung berubah ceria,” kata Heru.

Ada pun bingkisan tersebut, kata Heru, berisikan baju takwa, sarung, sajadah, hingga sejumlah uang kadeudeuh. “Khitanan massal ini dapat terselenggara berkat dukungan Dompet Sabilillah Al-Muhajirin. Kegiatan ini juga melibatkan Klinik As-Salam Purwakarta sebagai tenaga medisnya,” ujarnya.

Dirinya berharap melalui Khitanan Massal yang digelar dalam rangka milad Al-Muhajirin ini dapat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu. “Insya Allah, setelah dikhitan, anak-anak menjadi semakin soleh dan rajin beribadah,” ucapnya.(add/vry)