Baznas Evaluasi dan Seleksi Penerima Beasantri

ARAHAN: Para santri penerima beasantri saat mendengarkan beberapa instruksi dan motivasi sesaat sebelum dimulainya tes evaluasi dan seleksi. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Harapkan Dukungan Pemerintah Daerah

PURWAKARTA-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta menggelar evaluasi dan seleksi beasiswa santri (Beasantri) Tahun 2019/1440 H di Gedung Dakwah, Jalan Ahmad Yani, Cipaisan, Purwakarta, Senin (27/5).

Mengangkat tema “Semoga Menjadi Para Ulama yang Membimbing Masyarakat Menuju Kesuksesan Dunia Akhirat”, kegiatan tersebut dihadiri ratusan santri penerima beasiswa.
Turut hadir pula Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta KH John Dien dan Dewan Syariah Baznas Purwakarta KH Asep Jamaluddin S.Pd.I.

Ketua Baznas Kabupaten Purwakarta H Saparudin S.Fil.I, MM.Pd mengatakan, jumlah santri yang dievaluasi ada 65 orang. “Alhamdulillah, ada pula santri yang baru mengikuti seleksi penerima beasantri, sehingga total ada 118 santri,” ujarnya kepada koran ini.

Untuk saat ini, kata Saparudin, Baznas menerapkan sistem nilai batas bawah dengan skor minimal 60. “Pembatasan ini disesuaikan dengan kemampuan Baznas,” kata Saparudin.
Tapi, sambungnya, tidak menutup kemungkinan santri yang meraih skor minimal 40 juga bisa mendapatkan beasantri. “Ini bergantung pada dukungan dari pemerintah daerah. Bahkan jika dukungan pemda cukup besar, tak menutup kemungkinan ke-118 santri bisa memperoleh beasantri,” ujarnya.

Evaluasi dan seleksi sendiri, kata Saparudin, dibedakan menjadi tiga jenis. “Ketiganya adalah Tes Tahfidzul Quran, Kitab Kuning, dan Qiro’ah,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Syariah Baznas Kabupaten Purwakarta KH Asep Jamaluddin menyebutkan, para santri ini penerima beasiswa ini diharapkan menjadi generasi penerus agama, penerus ulama, dan penerus cendekiawan.

“Saat ini kader ulama mulai sedikit, dan sudah mulai ditinggalkan. Mudah-mudahan dengan program beasantri ini dapat menambah semangat dan memotivasi menjadi alim ulama,” kata KH Asep.

Dirinya mengingatkan jika dunia ini tidak akan kuat atau ada tidak akan seimbang apabila tidak didukung empat hal. “Yakni ilmunya para ulama, adilnya para umaro, doanya fakir miskin, dan dermawannya para agniya atau orang yang mampu,” ucapnya.

BACA JUGA:  Lagi, Baznas Purwakarta Raih Predikat WTP

Dirinya juga berharap Pemda Purwakarta dapat melihat sepak terjang Baznas dalam membiayai para santri di berbagai pesantren. “Saat ini masih sangat minim muzakki dari kalangan ANS. Bisa dengan imbauan Bupati agar para ASN dapat menyalurkan zakatnya melalui Baznas,” ucapnya.

Senada dikatakan Ketua MUI KH John Dien. Dirinya menyebutkan banyak program Baznas yang sangat baik dan pada dasarnya membantu pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat. “Termasuk program beasantri ini. Dan ini harus mendapatkan dukungan pemerintah. Bisa dengan imbauan atau instruksi bupati, hingga dibuatkan perdanya agar ASN menyalurkan zakatnya melalui Baznas,” kata KH John Dien.

Ditemui di lokasi yang sama, salah seorang orangtua santri, Ahmad Muhaimin menyambut positif program beasantri. “Ini sangat membantu, baik untuk santri mau pun orangtuanya,” ujarnya.

Orangtua dari Muhammad Fikri Hambali yang menempuh pendidikan pesantren di Sukahideung, Singaparna, Tasikmalaya ini pun menambahkan, dengan beasantri para santri dapat termotivasi dan memiliki tanggung jawab atas pendidikannya.
“Harapannya, program beasantri yang sarat manfaat ini semoga terus berkembang. Karenanya jangan ragu untuk menyalurkan zakatnya ke Baznas terutama dari pihak pemda,” ucapnya.(add/vry)