Bekasi, Karawang dan Purwakarta Jadi Kawasan Industri Terpadu, Industri Perumahan Semakin Diburu.

KETUA Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar menilai Jawa Barat khususnya daerah Bekasi, Karawang dan Purwakarta sangat potensial untuk bisnis. Ia mengatakan bahwa posisi geografis yang mendukung menjadi alasan kuat mengapa ke tiga daerah tersebut menjadi pilihan.

“Daerah itu (Bekasi, Karawang dan Purwakarta) sangat potensial, terutama untuk industri-industri tertentu diorientasikan di situ karena posisi geografisnya kan industri berteknologi tinggi,” Kata Sanny Iskandar.

Dirinya dan para pengusaha pun sangat mendukung dan menyambut positif rencana Pemerintah Pusat yang akan turun tangan untuk membentuk daerah tersebut menjadi Kawasan Industri Terpadu. Bukan hanya itu, dalam waktu dekat, pemerintah juga akan mendorong ke tiga wilayah tersebut menjadi Kawasan Strategis Nasional. Dengan demikian, dengan disematkannya status kawasan strategis itu, akan ada koordinasi yang lebih baik dan mengundang lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya di daerah tersebut.

Saat ini, tercatat ada ribuan perusahaan, di Bekasi, Karawang dan Purwakarta yang tersebar ke dalam beberapa kawasan industri. Jumlahnya pun terus bertambah dari waktu ke waktu. Penambahan jumlah yang paling pesat dirasakan pada daerah Karawang dan Purwakarta yang memiliki wilayah lebih “renggang” ketimbang Bekasi. Alhasil, dengan meningkatnya jumlah perusahaan, akan semakin banyak pula karyawan, baik yang berasal dari daerah tersebut maupun yang dari luar.

Meningkatnya Industri Perumahan di Daerah Purwakarta.
Dikarenakan karyawan industri di berbagai sektor rata-rata berusia antara 21-45 tahunan, pengamat properti Panangian Simanungkalit menyatakan, orientasi pengembang tahun ini mengarah kepada pembangunan produk properti yang bisa dijangkau oleh pasar generasi milenial. Apalagi, menurut Panangian Simanungkalit, segmen ini berpotensi untuk terus tumbuh hingga 10 tahun mendatang.

Salahsatu Perumahan yang banyak diburu oleh kalangan karyawan adalah Bukit Residence, perumahan terbesar di Purwakarta. Harga yang murah dengan promo DP 0% menjadikannya perumahan yang banyak diburu masyarakat.
“Saya hanya bayar 2juta setengah untuk bisa punya rumah, gak perlu pake DP sih. Meringankan kita yang emang kepengen punya rumah, Pak. Angsurannya cuma 900 ribuan. Ringan sih.” Ujar Arif (25), konsumen Bukit Residence.

Tak hanya faktor harga, desain dan kenyamanan merupakan salah satu pertimbangan utama saat membeli rumah hunian. Dengan design minimalis dan berlokasi di tempat asri menjadikan konsumen tak lagi berpikir panjang untuk segera membeli perumahan tersebut.

Tak hanya itu, letaknya yang strategis pun menjadi alasan konsumen. Akses tol yang mudah; hanya 10 menit menuju gerbang Tol Cikopo. Akses layanan kesehatan yang oke, karena berdekatan dengan 2 rumah sakit besar di Purwakarta: Rumah Sakit Siloam yang hanya berjarak 3 KM dari lokasi dan Rumah Sakit MH. Thamrin yang berada tak jauh dari situ. Jika ingin berlibur bersama keluarga, cukup butuh waktu 3 menit menuju WaterBoom Kuya Maranggi.

Dengan lokasi yang sangat strategis dan design elegant minimalis. Tak heran jika Bukit Residence banyak diburu dan mendapatkan rekor dari Bank BNI Purwakarta sebagai produk dengan penjualan terbanyak: 1 bulan terjual lebih dari 200 unit. Suatu angka yang fantastis.

Berbeda dengan Bukit Residence yang diminati oleh kalangan Karyawan industri, Para bos dan manager perusahaan justru lebih melirik Perumahan Jatiluhur Residence. Lokasi yang nyaman bernunsa villa yang tenang dan damai menjadi pilihan utama.
Jatiluhur Residence merupakan kawasan yang memperhatikan keseimbangan hidup penghuninya secara menyeluruh dengan mengembangkan lingkungan yang sehat. Bertempat di lokasi asri dengan kualitas udara yang baik karena dekat dengan wisata Bendungan Jatiluhur, namun tetap strategis karena tak jauh dari pusat kota, menjadikan Jatiluhur Residence mempunyai point yang tak dimiliki perumahan lain.

Karena banyaknya permintaan dari konsumen, saat ini perumahan Jatiluhur Residence sedang mengembangkan perluasan pembangunan tahap ke dua yang akan segera rampung dalam waktu dekat.(adv/ddy)