Berawal dari Kecintaan terhadap Kereta Api, Jaelani hasilkan Uang dari Miniatur Lokomotif

ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES MINIATUR: Jaelani saat memperlihatkan miniatur lokomotif Kereta Api yang dibuatnya.

Berawal dari kecintaannya terhadap kereta api (KA), Jaelani (36) ingin mewujudkan impiannya memiliki lokomotif lengkap dengan rangkaian gerbongnya. Impiannya terwujud, meski dalam bentuk miniatur.

ADAM SUMARTO, Purwakarta

JARI jemari Jaelani tampak cekatan. Memotong pipa PVC menjadi bagian-bagian kecil beraneka bentuk. Kemudian potongan-potongan kecil itu dirakitnya menjadi sebuah lokomotif. Pas dan sangat presisi. Hasilnya pun tampak menyerupai lokomotif kereta api (KA) milik PT KAI.

Pria yang tercatat sebagai warga Kampung Babakan Amil, RT 47/RW 03 Kelurahan Nagri Kidul, Purwakarta ini memang dikenal tetangganya sekitar sebagai perajin miniatur lokomotif kereta api (KA).

Bermodalkan bahan dasar lembaran polivinil chlorida (PVC) yang dipotong menjadi beberapa bagian pembentuk lokomotif, stiker dan cat, Jaelani mampu membuat miniatur lokomotif KA dengan skala 1 : 80.

Saat menciptakan miniatur lokomotif itu, Jaelani mengandalkan beberapa peralatan seperti gergaji besi, cutter serta gunting berukuran sedang. Miniatur lokomotif KA yang dibuatnya pun sangat baik, nyaris sama seperti aslinya.

Ditemui di rumah sekaligus workshop-nya, Jaelani menceritakan ihwal dirinya memilih membuat miniatur lokomotif KA lantaran kecintaanya terhadap kereta api sejak kecil. Hingga timbul rasa ingin memiliki lokomotif pribadi hingga diwujudkannya dengan membuat miniaturnya.

“Awal membuat miniatur kereta itu pada 2017 lalu. Bahannya dari dus bekas mi instan, namun gagal. Setelah itu saya lebih siap dan serius membuatnya dengan bahan lain yakni PVC. Alhamdulillah berhasil,” kata pria yang akrab disapa Jae tersebut, Selasa (3/11).

Dari coba-coba menjadi hobi. Jaelani pun mulai banyak membuat miniatur beberapa model lokomotif. Bahkan, dirinya pun iseng menjualnya dan ternyata tak sedikit yang tertarik.

“Awalnya ini cuma hobi, tidak dibutuhkan keterampilan khusus, namun memang dibutuhkan keuletan dan ketelitian. Asal kita suka, apapun yang dikerjakan pasti akan terasa mudah,” ujarnya.

Jae mengaku, ilmu membuat miniatur kereta api itu diperolehnya secara otodidak. Berbekal informasi di internet, Jae lantas mencoba untuk membuat miniatur lokomotif KA itu. “Saya melihat gambar dari internet. Kemudian saya langsung membuat miniatur lokomotif dengan memotong PVC menggunakan alat seadanya,” ucap Jae.

Diakuinya, untuk satu miniatur lokomotif, dirinya mampu menyelesaikan proses pembuatan selama dua hingga lima hari. Tapi itu pun tergantung pesanan. Kalau lagi santai bisa diselesaikan dalam waktu dua hari.

“Saya mengerjakan pesanan sepulang kerja kang, lumayan buat nambah pundi-pundi penghasilan. Namun, jika sedang banyak kerjaan, tentu waktunya bisa lebih lama karena hasilnya akan lebih detail supaya mirip dengan bentuk aslinya,” katanya.

Untuk satu lokomotif, kata Jae, dirinya mematok harga Rp200 ribu per satu lokomotif dan untuk satu gerbong dihargai 150 ribu. Untuk model lokomotif yang pernah dibuat yakni CC 206, CC 201, CC 202, CC 203 dan BB 304, serta jenis KRD.

Ia pun tak perlu repot memasarkan miniatur lokomotif dan gerbong KA buatannya. Sebab, namanya sudah tak asing lagi di kalangan pencinta minitur KA. Dengan keahliannya membuat miniatur lokomotif, Jaelani bisa meraup keuntungan sekira Rp1 juta hingga Rp3 juta dari hasil karyanya itu setiap bulannya.

“Jualnya lewat facebook. Kebanyakan dari luar daerah. Seperti Lampung, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bandung, Banten, Cianjur dan Jakarta. Pasaran di Purwakarta kurang peminat. Saat Pandemi COVID-19 ini terasa berpengaruh. Pada bulan ini hanya tiga unit lokomotif yang terjual. Dulu sebelum ada COVID-19 dalam satu pekan bisa terjual tiga sampai lima unit,” ucapnya.(add/vry)